Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Usman Halik.

Terkait Hasil Lab Makanan MBG Sengeti, Anggota DPRD Muaro Jambi: Pengelolanya Harus Diganti

Posted on 2026-02-19 22:07:19 dibaca 325 kali

JAMBIUPDATE.CO, MUARO JAMBI-Hasil uji laboratorium atas sampel makanan yang disajikan pada Jumat (30/1) lalu, mengonfirmasi adanya dua bakteri berbahaya, yaitu Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli).

“Yang menyebabkan keracunan itu dua bakteri, Staphylococcus aureus dan E. coli,” katanya Ketua Satgas MBG Muaro Jambi, Budhi Hartono, Kamis (19/2).

BACA JUGA: LPG 3 Kg Langka di Sarolangun, Diskoperindag Minta Warga Aktif Laporkan Penyimpangan Distribusi

Berdasarkan hasil investigasi dan pendalaman yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Muaro Jambi, dapat disimpulkan bahwa kontaminasi Staphylococcus aureus bersumber dari proses pengolahan makanan yang tidak higienis.

Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi, Usman Halik, mendesak pemerintah dan pihak terkait memberikan sanksi tegas jika terbukti terjadi kelalaian.

BACA JUGA: Kontaminasi Bakteri pada Makanan jadi Penyebab Keracunan MBG di Muaro Jambi

Menurutnya, kasus ini menyangkut keselamatan anak-anak serta kredibilitas program strategis nasional.

“Kalau memang akibat kelalaian, pengelolanya harus diganti. Tidak bisa hanya sekadar minta maaf,” ujarnya.

Ia juga menyoroti temuan kontaminasi pada air sumur bor yang diduga telah berlangsung lama, kemungkinan akibat pencemaran lingkungan atau limbah, sehingga menunjukkan standar fasilitas belum terpenuhi secara menyeluruh.

BACA JUGA: Selama Ramadhan, ASN Pemkab Sarolangun Pulang Lebih Awal

DPRD berharap peristiwa serupa tidak terulang dan seluruh pihak terkait meningkatkan standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG. "Jadi memang harus dievaluasi dan diberi sanksi," tegasnya lagi. 

Sebelumnya, dugaan mengarah pada kelalaian penjamah makanan dan penerapan standar kebersihan yang longgar. Adapun bakteri E. coli, kata dia, diduga berasal dari air yang digunakan dalam proses produksi.

Bakteri Staphylococcus aureus ditemukan pada beberapa sampel makanan, seperti tahu dan toge dari bank sampel, serta ayam suwir dan kol dari sisa makanan siswa. Sementara itu, E. coli terdeteksi pada sampel bihun sisa konsumsi siswa kelas 1 hingga 3. Bahkan, kombinasi kedua bakteri tersebut juga ditemukan pada sampel ayam suwir dari bank sampel.

Temuan tidak hanya terbatas pada makanan. Pemeriksaan sampel klinis menunjukkan feses seorang siswa berusia 7 tahun positif E. coli, memperkuat dugaan bahwa sumber paparan berasal dari pangan yang terkontaminasi.

Selain itu, kualitas air sumur bor yang digunakan juga dinyatakan tidak memenuhi standar. Total coliform mencapai 33 CFU/100 ml atau melampaui ambang batas, sedangkan kandungan mangan tercatat 0,74 mg/l.

Tim pemeriksa menyimpulkan pola kejadian mengarah pada common source outbreak, yakni wabah dengan satu sumber paparan yang sama. Lonjakan kasus terjadi dalam waktu singkat, diduga akibat kontaminasi pada proses pengolahan atau distribusi makanan sebelum dikonsumsi.

Secara umum, Staphylococcus aureus berasal dari tangan atau peralatan yang tidak higienis, sedangkan E. coli berkaitan dengan sanitasi lingkungan yang buruk.

Satgas MBG meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengolahan makanan, kebersihan dapur, serta kualitas air. Rekomendasi perbaikan juga disampaikan kepada yayasan penyelenggara, termasuk peningkatan pengawasan dapur dan penerapan standar keamanan pangan yang lebih ketat.

"Pengawasan harian oleh petugas di lokasi produksi harus diperkuat agar seluruh proses berjalan sesuai prosedur," tuturnya.

Terkait kemungkinan penghentian kerja sama atau penggantian pengelola, ia menyebutkan keputusan berada di tangan BGN Pusat.

“Satgas hanya menyampaikan hasil pemeriksaan dan rekomendasi. Keputusan akhir sepenuhnya kewenangan BGN Pusat,” tegasnya. (wan)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com