Salah satu peternakan ayam petelur di Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Permintaan Telur Tinggi, Peternak di Tanjabtim Belum Mampu Penuhi Pasar

Posted on 2026-03-10 06:19:42 dibaca 137 kali

JAMBIUPDATE.CO, MUARASABAK – Tingginya kebutuhan telur ayam ras di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) membuka peluang besar bagi pelaku usaha peternakan ayam petelur. Namun keterbatasan kapasitas produksi membuat sebagian peternak masih kesulitan memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Salah satu peternak yang merasakan kondisi tersebut adalah Siroyudi, pemilik usaha peternakan ayam petelur di Kecamatan Muara Sabak Barat. Usaha yang telah dijalankannya selama belasan tahun itu hingga kini masih menghadapi kendala dalam meningkatkan produksi.

BACA JUGA: Jalan Andesit Rp900 Juta di Pusat Sungai Penuh Rusak Parah, DPRD Desak Pembongkaran

Menurutnya, permintaan telur dari masyarakat hampir setiap hari cukup tinggi. Namun jumlah produksi yang dihasilkan dari peternakannya masih belum mampu mencukupi kebutuhan pasar lokal.

“Permintaan selalu ada dan cukup tinggi, tapi produksi telur kami masih terbatas. Jadi stok sering tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” ujarnya.

BACA JUGA: Harga Bitcoin Turun dibawah 66 Ribu USD Seiring Meningkatnya Konflik Iran, Bagaimana Setelahnya?

Produksi 1.800 Butir Per Hari

Di peternakannya saat ini terdapat sekitar 2.500 ekor ayam petelur produktif jenis Isa Brown. Dari jumlah tersebut mampu menghasilkan sekitar 1.800 butir telur setiap hari.

Produksi tersebut dinilai cukup stabil, namun masih belum sebanding dengan tingginya permintaan dari masyarakat.

Telur hasil produksi tersebut tidak hanya dipasarkan kepada konsumen rumah tangga dan pedagang di pasar tradisional. Sebagian juga disuplai untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA: Nenek di Bungo Dirampok Saat Tidur, Perhiasan Senilai Rp 20 Juta Raib

Pasokan telur tersebut dikirim ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di wilayah Kecamatan Muara Sabak Barat.

Bibit Ayam Didatangkan dari Palembang

Untuk memenuhi kebutuhan bibit ayam petelur, Siroyudi mengaku selama ini masih mendatangkannya dari Kota Palembang melalui distributor yang telah menjadi mitra peternakan mereka.

Melihat tingginya permintaan telur di pasaran, ia sebenarnya berkeinginan untuk menambah kapasitas produksi dengan memperluas kandang serta menambah jumlah ayam petelur. Namun rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan modal usaha.

“Kami ingin menambah kandang dan populasi ayam supaya produksi bisa meningkat. Tapi saat ini masih terkendala modal,” katanya.

Tantangan Cuaca dan Hewan Liar

Selain persoalan permodalan, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peternak. Saat musim hujan, populasi larva lalat dan serangga meningkat sehingga dapat mengganggu kesehatan ayam.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, peternak rutin melakukan penyemprotan di sekitar area kandang agar kondisi tetap bersih dan sehat bagi ternak.

Ancaman lainnya datang dari hewan liar seperti ular berukuran besar yang kerap masuk ke area kandang dan memangsa ayam.

Meski menghadapi berbagai kendala, usaha peternakan ayam petelur di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dinilai masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Dengan dukungan permodalan dan pengelolaan yang lebih optimal, sektor ini diyakini mampu meningkatkan produksi sekaligus memenuhi kebutuhan telur masyarakat secara berkelanjutan.(lan)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com