Heboh Video Bullying, DPRD Kota Jambi: Guru Kok Tak Melerai?

Heboh Video Bullying, DPRD Kota Jambi: Guru Kok Tak Melerai?

Posted on 2026-04-24 14:06:51 dibaca 155 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Kasus dugaan perundungan (bullying) di SMP Negeri 5 Kota Jambi terus menuai sorotan tajam. Video pengeroyokan siswa yang viral di media sosial tak hanya memantik kemarahan publik, tetapi juga memicu reaksi keras dari DPRD Kota Jambi.

Dewan bahkan memastikan akan memanggil Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi untuk dimintai pertanggungjawaban atas insiden yang dinilai mencoreng dunia pendidikan tersebut.

BACA JUGA: Usai Viral! Disdik Jambi Turun Tangan Usut Bullying SMPN 5

Anggota DPRD Kota Jambi, Maria Magdalena, secara tegas melontarkan kritik. Ia mempertanyakan mengapa aksi kekerasan itu bisa terjadi di dalam kelas tanpa ada upaya pencegahan.

“Kenapa harus diviralkan? Kenapa tidak diselesaikan? Di sana ada guru, kenapa tidak dihentikan perkelahian anak-anak,” ujarnya dengan nada kecewa, Jumat (24/4/2026).

BACA JUGA: Harus Tampung Air! Mulai 25 April Aliran PDAM Tak Normal, Ini Wilayah yang Terdampak

Menurutnya, kejadian ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi. Ia menilai peran guru dan pihak sekolah sangat lemah dalam mengendalikan situasi.

“Kami sangat kecewa. Ini jadi koreksi bersama, terutama bagi guru yang berada di dalam kelas,” tegasnya.

Maria mendesak adanya langkah tegas. Siswa yang terlibat perundungan diminta diberi peringatan keras hingga sanksi jika mengulangi perbuatannya. Ia juga mengingatkan peran orang tua agar lebih serius dalam membina anak.

“Kami berharap Kota Jambi bisa zero kasus bullying,” katanya.

BACA JUGA: Viral! Siswa SMP di Jambi Diduga Dikeroyok di Depan Guru, Publik Murka

Tak hanya siswa, sorotan tajam juga diarahkan kepada guru yang terekam dalam video. Maria menilai tidak terlihat upaya nyata untuk melerai, sehingga memberi kesan lemahnya otoritas guru di hadapan murid.

“Guru terkesan lemah. Itu juga harus diberikan sanksi,” tambahnya.

Senada, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Martua Muda Siregar, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh dianggap sepele. Ia menekankan bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa, bukan tempat terjadinya kekerasan.

“Ini tidak boleh terjadi di dunia pendidikan. Sekolah harus jadi tempat yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia mendorong pihak sekolah dan Disdik segera mengambil langkah konkret, mulai dari pembinaan, evaluasi sistem pengawasan, hingga penegakan disiplin yang lebih ketat.

Lebih jauh, Martua juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

Komisi IV DPRD Kota Jambi memastikan akan mengawal ketat penanganan kasus ini. Dewan menegaskan, insiden bullying di SMPN 5 harus menjadi titik balik perbaikan sistem pengawasan sekolah bukan sekadar kasus viral yang berlalu tanpa perubahan nyata. (hfz)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com