Demokrat: yang Suka Sebar Hoax dan Bikin Gaduh itu Cebong

Posted on 2018-11-17 15:25:56 dibaca 1708 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Kepala divisi hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menuding, kubu Petahana Jokowi-Ma ruf kerap membuat kegaduhan dan sebar hoax alias berita tidak benar. Kegaduhan dari kubu Jokowi, terlihat mulai dari kata Sontoloyo, Genderuwo, hingga klaim Ma ruf Amin soal mobil Esemka yang akan diproduksi besar-besaran pada bulan November 2018.

 “Kegaduhannya itu antara lain Jokowi yang melontarkan kata sontoloyo dan politik gonderuwo itu telah membuat gaduh dan Ma ruf Amin yang menyebutkan launching dari mobil Esemka pada bulan Oktober yang pada kenyataannya tidak benar. Belum lagi para pendukungnya yang biasa disebut dengan cebong itu bekerja dengan menyebarkan hoax atau berita bohong di media sosial,” kata Ferdinand Hutahaean kepada FIN melalui sambungan telepon, Jumat (16/11).

Ferdinand menegaskan dirinya juga telah menjadi korban hoax dan fitnah akibat ulah para cebong pendukung Jokowi.

Pernyataan Ferdinand ini, menanggapi Ketua Umum PDI-Perjuangan yang menyindir Capres Prabowo Subianto yang dianggap telah dikelilingi oleh para pendukung yang tidak berkompeten.

Ferdinand mengingatkan, Megawati sebelum bicara, atau merasa kasihan terhadap Prabowo dan pendukungnya sebaiknya lihat dulu halaman rumahnya yang lebih kotor.

“Jadi sebelum Megawati bicara kasihan terhadap Prabowo atau mengomentari halaman rumah orang sebaiknya bersihkan dulu halaman rumahnya yang lebih kotor baru lirik halaman rumah orang lain,” kata Ferdinand.

Politisi dari partai yang berlambang bintang mercy itu mengatakan, seharusnya Mega menyadari bahwa semua penelitian dan seluruh masyarakat Indonesia sudah mengetahui kualitas dan kerja saat berkampanye dari pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma ruf. Kedua orang itu yang lebih sering menimbulkan kegaduhan dalam masa kampanye.

Ferdinand mengungkapkan jika pernyataan Mega itu disebabkan adanya tudingan masyarakat terhadap Jokowi yang diduga sebagai PKI, karena sampai saat ini Jokowi sendiri belum menjawab atau menjelaskan kepada publik siapa bapaknya.

“Meski sebenarnya saya pribadi kurang percaya jika Jokowi itu PKI, tapi sampai saat ini Jokowi sendiri belum menjelaskan dan tidak berusaha melakukan klarifikasi tudingan tersebut ke publik siapa bapaknya. Jika Jokowi menjelaskan maka jelas akan mengakhiri tudingan terhadap dirinya,” jelas Ferdinand.

Ferdinand menegaskan pernyataan deklarasi damai yang diucapkan Jokowi hanya pemanis dan tidak akan terjadi.

“Itu sebabnya saat deklarasi untuk pilpres damai beberapa waktu lalu Pak SBY pergi dan tidak ikut menandatangani deklarasi damai tersebut. Alasannya, Pak SBY tidak melihat kesungguhan dari kubu Jokowi untuk membuat pilpres ini damai. Dan sampai saat ini terbukti, kubu Jokowi selalu bikin suasana menjadi panas dan berpotensi untuk memecah belah anak bangsa,” kata Ferdinand.

“Petahana saat ini akan menghalalkan segala cara agar dapat duduk dan kembali berkuasa, sementara lawannya juga akan berbuat apa saja untuk mengalahkan petahana. Menurut saya, pilpres ini tidak berjalan dengan damai tapi berjalan dengan keras,” tutupnya. (rnl/fin)

Sumber: www.fin.co.id
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com