Petugas Terbatas, Tak Ada Pengujian Spesimen Hari Minggu

Posted on 2020-12-15 00:34:15 dibaca 3956 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI – Angka Covid-19 Provinsi Jambi tak bergerak pada Senin (14/12). Pasalnya hari minggu tak dilakukan uji spesimen di BPOM dan Labkesda Provinsi Jambi. Hal ini mengingat padatnya spesimen yang diambil dan terbatasnya petugas pemeriksa yang membutuhkan istirahat.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah mengatakan, untuk hari Minggu tidak dilakukan uji spesimen lantaran libur.

“Nantinya baru pada hari Senin dilakukan pengujian dan hasilnya baru keluar pada malam Senin untuk dilaporkan ke pusat dan dirilis ke publik pada hari selasa,” jelasnya.

Setidaknya dari data satgas ada 203 spesimen yang belum dilakukan pengujian di Jambi pada Minggu (13/12) lalu.

 “Spesimen ini memang pengujiannya di Jambi, dan pusat hanya memproses legalitasnya. Perkembangnya specimen ini sudah diproses sore dan malam Senin lagi diuji dilabor,” terangnya.

Johansyah mengakui petugas yang ada di laboratorium juga memerlukan waktu istirahat. Hal ini juga terungkap dalam rapat Satgas Covid-19 pada bulan November lalu di Kantor Gubernur Jambi, terkait masih terbatasnya petugas yang memiliki keterampilan pengujian swab ini. Apalagi kini Jambi sudah memiliki dua tempat pengujian swab di BPOM dan Labkesda. “Minggu kemarin tak libur, nah minggu ini baru libur karena perlu istirahat juga kawan-kawan kita di labor,” jelasnya.

Total kasus Covid19 hingga saat ini, sebanyak 2.702. Dengan rincian 968 masih mendapatkan perawatan, kemudian pasien sembuh 1.687 serta pasien meninggal sudah berjumlah 47 orang, lalu ada juga 203 spesimen swab yang sedang ditunggu hasilnya.

Terpisah Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi Raflizar menghimbau pasien covid19 agar tak melakukan isolasi mandiri dirumah. Jika masih nekat, petugas akan melakukan jemput paksa pasien tersebut.

“Rasanya tidak layak kalau ada pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumahnya, karena dirinya masih bisa bertemu dengan banyak orang dan keluarga, sehingga harus kita jemput sesuai dengan protap,” sebutnya.

Raflizar menekankan, jika masyarakat yang terpapar covid-19, harus dirawat di tempat khusus. Jika ada gelaja maka dirawat di rumah sakit, namun jika tanpa gejala maka dilakukan di rumah isolasi yang telah disiapkan oleh Pemprov Jambi dan kabupaten kota sendiri.

Kata Raflizar, saat ini pihaknya juga telah menyiapkan rumah isolasi di Provinsi Jambi  dan di kabupaten kota. Salah satunya yakni Bapelkes yang ada di Muarojambi dan BPSDM Provinsi Jambi. Kata dia, untuk di Bapelkes saat ini ada sekitar 30 pasien covid-19 yang masih dalam penyembuhan dan 20 pasien covid-19 di BPSDM Provinsi Jambi.

“Kita harap masyarakat dapat mengerti dengan situasi saat ini, apalagi beberapa wilayah di Provinsi Jambi masuk dalam zona merah,” kata dia.

 Kemudian, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap mengikuti prosedur covid-19 dari pemerintah. Ini berupaya untuk mencegah penyebaran covid-19 yang ada di Provinsi Jambi.

“Tetap gunakan masker, jaga jarak dan cuci tangan setiap saat dengan menggunakan sabun,” pungkasnya. (aba)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com