2021, Jaga Perekonomian Jambi, Fokus Hilirisasi Pertanian

Posted on 2021-01-03 13:12:17 dibaca 3596 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi harus cepat memformulasikan paket kebijakan ekonomi 2021. Langkah ini guna menghindari ambur adulnya perekonomian daerah pada 2021.

Betapa tidak, Jambi dihadapkan dengan dua tembok besar. Pertama, bernama Covid-19. Kedua, transisi Kepala Daerah Provinsi Jambi (Gubernur) pada 12 Februari mendatang. 

Untuk yang kedua perlu adaptasi cepat evaluasi program lama dan terobosan program kesehatan ekonomi bagi masyarakat.

Atas dua ujian didepan mata ini, pakar ekonomi Universitas Jambi (Unja) Prof. Dr.H. Haryadi,SE,MMS mengatakan, cara terbaik untuk menjaga ekonomi Jambi adalah dengan mulai fokus mengembangkan hilirisasi produk pertanian. 

"Semestinya dari dulu kita fokus buat produk setengah jadi hingga jadi, tak langsung jual saja produk pertanian, karena potensi Jambi sangat menjanjikan," ujarnya.

Menurutnya, Jambi tak perlu malu sebagai daerah yang mengandalkan pertanian. Sebab negara lain yang berlatar pertanian juga banyak yang maju dan kaya. Ia menekankan, yang perlu dipertajam untuk sektor agribisnis, yang didalamnya termasuk perdagangan dan perindustrian hasil bumi. "Kita memang belum transformasi jadi daerah industri, tapi setidaknya kita harus mulai hilirisasi produk jika tak mau tertinggal terus," tegasnya.

Ini kata Haryadi, juga merupakan solusi dari belum tingginya harga karet dan sawit Jambi. Dua andalan ekspor Jambi ini belum bisa berkembang lantaran negara tujuan juga masih kesulitan. Jadi, yang paling tepat adalah mengembangkan hilirisasi produk turunan sawit dan karet ini. "Kita juga menunggu janji kepala daerah terpilih yang katanya mau membenahi ekonomi janji lewat dua komoditas ini, implementasi janji politik wajib dilakukan. Karena kesehatan masyarakat bukan cuma fisik tapi juga sehat ekonomi," katanya.

Jika nasib baik memihak ekonomi Jambi, Haryadi menghitung pertumbuhan ekonomi Jambi bisa mencapai 3 persen. Namun jika berjalan moderat atau biasa saja akan naik 2 persen. Atau jika berjalan tidak meyakinkan (pesimis) ekonomi Jambi hanya akan bertumbuh 1 persen atau bahkan minus. Angka ini dibawah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan 5 persen. "Ini yang harus jadi pembelajaran dari tahun 2020, intinya kita harapkan membaik walau tak kan jauh bertambah," ujar guru besar Fakultas Ekonomi Unja ini.

Terkait Covid-19, ia meyakini Pemprov Jambi masih akan berkutat dengan penanganan pandemi ini ketimbang pemulihan ekonomi. Sebab belum tampak formulasi adaptif daerah terhadap kebijakan pusat. Bantuan Provinsi terhadap pemulihan ekonomi masih sulit dirasakan langsung masyarakat, bantuan nasional masih mendominasi dalam hal ini.

Kedepan, diharapkan transisi Rencana Pembangunan Jangkan Menengah Daerah (RPJMD) dapat disusun dengan cepat. Yang jelas, dalam transisi nanti masyarakat tak mau tahu ada masa tenggang. "Yang jelas harus disusun cepat dan presisi kebijakan ekonominya, ibaratkan lomba lari semakin lama harus semakin kencang kebijakan ekonomi Provinsi Jambi kedepan," sebutnya.

Seraya itu, dia juga menyebut paket pekerjaan yang bersumber dari APBD dan APBN agar sesuai waktu oerencanaan dilakukan. Ini agar uang dapat semakin lancar berputar di masyarakat. "Ini sekaligus juga nantinya jika peraturan baru cipta kerja mulai berlaku, Jambi tak boleh kalah daya saing dengn daerah lain, jangan terlena dengan kebijakan pusat, harus fokus maju didaerah," pungkasnya. (aba)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com