Perajin saat membungkus tempe dengan daun pisang dan memasak kedelai untuk membuat tahu, di Jambi Timur.

Dampak Kelangkaan dan Naiknya Harga Kedelai, Ukuran Tempe di Jambi Makin Kecil

Posted on 2021-01-04 21:03:01 dibaca 4200 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Dampak kelangkaan dan naiknya harga kedelai sebagai bahan tahu dan tempe juga dirasakan di Provinsi Jambi. Tempe yang dijual dipasaran kini ukurannya lebih kecil. Ini untuk mengakali tingginya harga dan tak terlalu merugikan pembeli.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi, Rosnifa mengatakan, harga kedelai normalnya Rp 7.500 per kilogram dan sekarang menjadi Rp 9.200. 

"Untuk menghadapi kedelai mahal ini perajin tahu tempe memperkecil ukuran tempenya dan mengurangin keuntungan bagi perajin tempe," sampai Rosnifa.

Di Jambi, terdapat 75 persen kedelai impor yang dipakai untuk tahu dan tempe. Impor lebih dipakai karena bersifat berkelanjutan. Sedangkan kedelai lokal bersifat tidak selalu ada (tak kontinue). 

"Untuk kedelai lokal cocok untuk tahu karena banyak santannya. Berbeda dengan tempe ukuran tahu tak bisa diperkecil karena sudah ada cetakannya," ujarnya.

Soal harga, tempe di Jambi dihargai Rp 6 ribu hingga 7 ribu per batang. "Kalau di Jambi masih stok yang lama jadi masih aman untuk beberapa hari ini, sedangkan di nasional sudah langka kedelai tersebut," imbuhnya. (aba)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com