Edy Mulyadi.

Ucapan 'Tempat Jin Buang Anak' Hinaan Atau Bukan? Ini Kata Pakar Bahasa

Posted on 2022-01-26 10:32:25 dibaca 4220 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA - Pemilik Chanel YouTube Bang Edy Channel, Edy Mulyadi dikecam berbagai pihak terkait ucapan 'tempat jin buang anak'.

Ucapan itu dia lontarkan ketika mengkritik Ibu Kota Negara yang dipindahkan ke Kalimantan.

Ucapan tersebut rupanya menyinggung suku yang ada di Kalimantan.

Lantas benarkan frasa 'tempat jin buang anak' adalah frasa hinaan atau bersifat negatif?.

Menurut pakar bahasa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Hilmi Akmal, kalimat 'tempat jin buang anak' sudah populer sejak tahun 80-an.

Menurut dia, istilah itu bisa dimaknai sebagi tempat yang jauh dari pusat kota, tempat yang masih sangat sepi, dan masih banyak semak belukar atau bahkan hutan.

"Istilah ini muncul di Jakarta sekitar tahun 60-an atau 70-an untuk menggambarkan daerah sekitar Jakarta yang masih sepi seperti Ciputat, Pamulang, Bintaro dan lain-lain," kata Hilmi kepada wartawan, Rabu 26 Januari 2022.

Dia mengatakan, terkait dengan ucapan Edy Mulyadi yang memakai istilah tersebut, harus dipahami secara semantik dan pragmatik.

Semantik adalah cabang ilmu linguistik yang membahas makna. Dalam semantik ada yang disebut dengan makna afektif.

"'Yaitu makna yang berkaitan dengan perasaan seseorang ketika mendengar atau membaca kata atau istilah tertentu," ujarnya.

Sementara itu, lanjut dia, pragmatik adalah cabang linguistik yang membahas makna yang terkait dengan konteks.

Dalam pragmatik ada yang disebut dengan tindak tutur.

Salah satu jenis tindak tutur, masih kata Hilmi, ada yang disebut dengan tindak tutur asertif.

Yakni ketika seseorang menuturkan sesuatu, dia terikat akan kebenaran atau dia percaya bahwa yang dia ucapkan adalah benar.

Dia mengatakan, secara frasa tempat jin buang anak akan memiliki afeksi yang berbeda.

Bisa saja, dan dapat dipahami jika- orang-orang Kalimantan memaknainya secara afektif bahwa itu adalah hinaan bagi mereka.

"Karena seakan-akan Kalimantan, atau dalam hal ini Kabupaten Penajam Paser Utara, adalah wilayah yang masih sangat sepi dan jarang penduduk," papar Hilmi.

Namun, secara pragmatik, ucapan Edy Mulyadi bahwa Kalimantan adalah tempat jin buang anak termasuk tindak tutur asertif.

Di mana Edy Mulyadi merasa bahwa benar Kalimantan adalah daerah yang masih sangat sepi, jarang penduduknya, dan masih berupa hutan belantara.

"Apakah benar atau tidak, bisa dibuktikan dengan mendatangi daerah yang akan jadi ibukota baru itu," pungkasnya.(fin)

Sumber: www.fin.co.id
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com