An F-15 Eagle from the 142nd Fighter Wing takes off from Portland Air National Guard Base in Oregon during an operational readiness inspection on Wednesday, June 14.

RI Beli 36 Jet Tempur F-15 dan 42 Pesawat Rafale, Ngutang Lagi

Posted on 2022-02-14 12:58:24 dibaca 4591 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA — Kongres dan Kemenlu Amerika Serikat telah menyetujui penjualan 36 pesawat jet tempurF-15ID ke Indonesia beserta peralatannya. Estimasi nilai kontraknya sekitar USD13,9 miliar atau setara Rp199,3 triliun.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga telah meneken pembelian pesawat tempur Rafale dari Perancis. Indonesia dan Perancis menyepakati aktivasi kontrak pembelian enam dari total 42 jet tempur Rafale buatan Dassault Aviation.

“Bidang alutsista merencanakan pembelian alutsista signifikan untuk multi role combat aircraft. Kita akan mengakusisi 42 pesawat Rafale. Mulai hari ini kontrak pertama untuk enam pesawat yang akan disusul dalam waktu dekat untuk 36 pesawat dengan dukungan latihan persenjataan dan simulator yang dibutuhkan,” kata Prabowo.

Pembelian 42 unit pesawat Rafale dengan estimasi nilai kontrak USD8,1 miliar atau setara sekitar Rp116,19 triliun.

Sementara untuk pembelian pesawat tempur dari Amerika Serikat, Defense Security Cooperation Agency (DSCA) menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia telah meminta pembelian hingga 36 unit pesawat F-15ID, 87 mesin F110-GE-129 atau F100-PW-229 (72 terpasang, 15 suku cadang)

Kemudian 45 AN/APG-82(v)1 Advanced Electronically Scaned Array (AESA) Radar (36 terpasang dan 9 suku cadang), termasuk 45 unit AN/ALQ-250 Eagle Passive Active Warning Survivability Systems (EPAWSS) (36 terpasang serta 9 suku cadang).

Indonesia juga meminta 48 komputer digital Advanced Display Core Processor (ADCP) II (36 terpasang, 12 suku cadang), 80 Joint Helmet Mounted Cueing Systems (JHMCS) (72 terpasang, 8 suku cadang), 92 perangkat keamanan Sistem Pemosisian Global (GPS)/Sistem Navigasi Inersia (EGI).

An F-15 Eagle from the 142nd Fighter Wing takes off from Portland Air National Guard Base in Oregon during an operational readiness inspection on Wednesday, June 14. (U.S. Air Force photo/Senior Airman John Hughel)

Kemudian 40 pod navigasi AN/AAQ-13 LANTIRN (36 terpasang, 4 suku cadang), 40 AN/AAQ-33 Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) (36 terpasang, 4 suku cadang), 156 peluncur LAU-128 (144 terpasang, 12 suku cadang), dan 40 sistem senjata M61A “Vulcan” (36 terpasang, 4 suku cadang).

Total pembelian pesawat dari Perancis dan Amerika Serikat sekitar USD22 miliar atau setara sekitar Rp315,57 triliun.

Sementara dalam APBN 2022, pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan mencapai Rp134,64 triliun.

Anggota Komisi I DPR dari PPP Syaifullah Tamliha membenarkan rencana pemerintah membeli 36 jet tempur F-15 dan berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) lewat mekanisme utang.

Rencana pembelian jet tempur F-15 dan Dassault Rafale generasi 4,5 buatan Prancis sudah masuk dalam Rencana Induk Pembangunan Sistem Pertahanan Negara.

Rasio utang pemerintah terhadap PDB sudah di atas 40 persen. Angka ini memang masih tergolong rendah dibandingkan rasio utang Pemerintah Singapura yang sudah mencapai 150,23 persen.

Hanya saja, Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service menilai peringkat utang Indonesia pada level Baa3 menunjukkan kekuatan fiskal Indonesia yang relatif lemah. (*)

Sumber: www.fajar.co.id
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com