Vitali (kanan) dan Wladimir Klitschko menegaskan akan mempertahanan kedaulatan Ukraina dari serangan Rusia.-Screenshoot-YouTube @Boxing King Media
JAMBIUPDATE.CO, KIEV - Dua mantan juara dunia kelas berat asal Ukraina, Vitali dan Wladimir Klitschko, menyebut perang yang kini terjadi di negaranya adalah hasil kegilaan satu orang.
Vitali dan Wladimir Klitschko menegaskan akan mempertahanan kedaulatan Ukraina dari serangan militer Rusia.
Tak hanya itu, Vitali dan Wladimir Klitschko berjanji akan melawan Rusia dengan berbagai cara. Termasuk angkat senjata.
Vitali dan Wladimir Klitschko menilai situasi di negaranya kini sedang sulit.
Vitali yang juga Wali Kota Kiev itu menyadari kota yang dipimpinnya menjadi menjadi sasaran invasi Rusia.
Karena itu, Vitali merasa tidak punya pilihan lain kecuali melawan.
"Saya akan berjuang. Karena saya percaya dengan Ukraina. Saya percaya dengan negara dan rakyat saya. Jika seseorang datang ke Ukraina, kami tidak punya pilihan. Kami harus berjuang untuk negara kami," tegas Vitali seperti dikutip daru akun Twitter pribadinya @Vitaliy_Klychko seperti dilihat FIN pada Jumat (25/2/2022).
Dia menyebut Ukraina dikejutkan dengan datangnya ribuan tentara Rusia di wilayah dekat perbatasan negaranya.
"Ide Tuan Putin adalah membangun kembali kerajaan soviet. Kami tidak ingin kembali ke Uni Soviet. Kami melihat masa depan kami sebagai negara Eropa yang demokratis," kata mantan pemegang sabuk juara tinju dunia kelas berat versi WBC selama 2008-2013 ini.
Dua bersaudara ini meminta bantuan internasional atas invasi militer Rusia ke negaranya.
Sementara itu, sang adik Wladimir Klitschko mengatakan invasi militer Rusia ke Ukraina tidak dapat dibenarkan.Wladimir melalui akun Twitter pribadinya @Klitschko menulis:
"Tidak ada demokrasi tanpa demokrat. Putin menjelaskan dia ingin menghancurkan negara Ukraina dan kedaulatan rakyatnya. Kata-kata diikuti oleh misil dan tank. Kehancuran dan kematian menimpa kita. Darah akan bercampur dengan air mata," cuit Wladimir pada Jumat (25/2/2022).
Menurutnya, orang-orang Ukraina kuat. Rakyat Ukraina akan tetap setia dalam peristiwa yang mengerikan itu. Ukraina, lanjutnya, adalah bangsa yang mendambakan kedaulatan dan perdamaian.
Rakyat Ukraina menganggap orang Rusia sebagai saudara. Pada dasarnya mereka tidak menginginkan perang tersebut.
"Kami rakyat yang mendambakan kedaulatan dan perdamaian. Kami menganggap orang-orang Rusia adalah saudara," tulis Wladimir.
Dia menyebut seseorang dapat melakukan sesuatu dengan memobilisasi dan mengorganisir demonstrasi besar-besaran.
"Buat suara Anda didengar. Jadikan suara demokrasi didengar. Katakan dengan lantang dan jelas hukum internasional dan demokrasi sedang diserang. Perang adalah kejahatan terbesar dan kehidupan itu suci," lanjutnya.
Menurutnya, demokrasi adalah rezim yang rapuh. Sebab, demokrasi tak bisa membela dirinya sendiri. Perlu niat dari rakyat dan komitmen semua orang. Dia menyebut tak ada demokrasi tanpa para demokrat.
"Perang melawan negara saya ini bukan hanya hasil dari kegilaan satu orang. Tetapi juga hasil dari kelemahan demokrasi Barat selama bertahun-tahun. Kegilaan ini harus dihentikan sekarang. Pemerintah perlu mengatakannya dengan lantang dan jelas," papar Wladimir.
Saat ini, jelas Wladimir, dunia menyaksikan betapa sembrono dan mematikannya imperialisme. Tidak hanya untuk Ukraina, tetapi seluruh dunia. "Biarlah sejarah menjadi pelajaran untuk tidak terulang kembali," terangnya.
Selain itu, Wladimir juga meminta bantuan Internasional untuk menghentikan agresi militer Rusia ke Ukraina.
"Invasi Rusia ini sangat menakutkan. Kami meminta seluruh dunia menghentikan pembunuhan terhadap warga Ukraina," pinta pemegang sabuk juara dunia tinju kelas berat versi WBA Super, IBF, WBO, IBO pada 2011 hingga 2015 ini. (*)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com