Tak Perlu Berlebih-lebihan, Teladani Cara Rasulullah SAW Merayakan Idul Fitri

Posted on 2022-05-01 13:09:37 dibaca 2661 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA-Sebentar lagi umat Islam akan menyambut 1 Syawal 1443 Hijriah atau berakhirnya bulan suci Ramadan, disambut dengan hari Raya Idul Fitri. 

Merayakan Idul Fitri atau lebaran 2022 hendaknya tidak berlebih-lebihan melainkan sebatasnya sebagaimana cara Rasulullah SAW. 

Ini yang diungkapkan Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dr.H.Ishom El-Saha, MA.

Ishom El-Saha dalam khutbahnya melalui situs Kemenag, Sabtu 30 April 2022 mengatakan, meski telah diberi kelonggaran dalam merayakan Idul Fitri 2022. Umat Islam hendaknya merayakan dalam batas kewajaran.

"Walaupun kelonggaran diberikan kepada kita untuk merayakan Idul Fitri tahun ini, bukanlah berarti kita bebas melampiaskan kemauan kita".

Ia menjelaskan, kebahagiaan merayakan lebaran dengan batasan mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah SAW. 

Berikut ulasan Dr.H.Ishom El-Saha, MA tentang  cara berlebaran mengikuti Rasulullah SAW

Dengan belajar apa yang dilakukan Rasulullah Saw pada saat merayakan Lebaran, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Zaad al-Ma'aad oleh Ibnul Qayyim; ternyata kebahagiaan merayakan lebaran ada batasannya.

Rasulullah Saw mengajak para sahabatnya untuk mengumandangkan takbir dan tahmid sebagai ungkapan rasa bahagia dan bersyukur atas nikmat Allah: itupun ada batas waktunya yakni cukup sampai khutbah kedua".

Beliau juga  terbiasa menyerukan perintah tunaikan Zakat Fitrah kepada para sahabat di pagi hari yang masih gelap gulita sampai batas waktu dikerjakannya Salat Idul Fitri. 

Hal ini berarti bahwa sesuatu yang hukumnya wajib untuk menyempurnakan ibadah puasa sekalipun, ternyata juga ada batasannya.

Idul Fitri memang penting untuk dirayakan sebagai bentuk kegembiraan ummat Islam. Allah Swt berfirman dalam Surat Yunus ayat 58;

?? ???? ???? ??????? ?????? ????????

Artinya: "Katakanlah! Dengan anugerah Allah dan kasih sayang-Nya maka dengan demikian bergembiralah!"

Pertama, Nabi Muhammad memang menganjurkan supaya sebelum beranjak ke tempat Salat Id, kita disunnahkan mengisi perut kita. Namun yang dimakan oleh Rasulullah hanya beberapa butir kurma saja.

Kedua, Nabi Muhammad terbiasa mandi di pagi hari sebelum Salat Id. Beliau juga mengenakan pakaian terbaik dengan aroma minyak wangi yang menyegarkan, seperti yang beliau sabdakan:

Setelah 6 hari, pembuluh darah akan kembali normal seperti pada usia 18!

  ?????? ??????? ???????? ??????? ??? ?????? ????? ??? ?????. [???? ???? ???? ????? ]

Artinya: "Baguskan jalan kalian. Indahkan pakaian kalian sehingga kalian harum di antara orang orang"

Beliau di saat hari raya memakai pakaian terbaiknya. Dalam riwayat, beliau biasa menggunakan jubah berwarna hijau dan kadang kadang jubah warna putih yang bergaris merah kunyit yang sangat beliau sukai".

Pakaian yang dikenakan Nabi sangat istimewa akan tetapi tetap ada batasan kewajarannya. 

Dalam riwayat Abdullah b. Umar, dijelaskan bahwa pernah suatu ketika ada seorang sahabat yang menghadiahi Nabi Muhammad berupa jubah baru dari bahan sutra yang dibeli di pasar Madinah. Namun jubah itu ditolak oleh Rasulullah dan beliau tidak mau memakainya untuk salat Idul Fitri. Beliau berkata:

"Pakaian ini hanya cocok buat orang yang tidak punya akhlak!"

Itu berarti walaupun di hari lebaran disunnahkan mengenakan pakaian bagus akan tetapi jangan mencolok sehingga dapat menimbulkan kesenjangan sosial di antara umat Isalam yang sedang merayakan lebaran.

Rasulullah Saw tak berlebih-lebihan dalam merayakan lebaran. 

Sebab semangat berlebaran ialah membangun solidaritas dan hubungan baik dengan sesama ummat Islam khususnya dan masyarakat luas umumnya.

Hal ini dibuktikan sendiri Rasulullah Saw tatkala memilih pelaksanaan Salat Id tidak di dalam masjid, tetapi di tanah lapang. 

Beliau pun tak sungkan untuk berjalan kaki menuju lokasi. Bahkan beliau memiliki kebiasaan untuk melalui jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang

?? ??? ????? ??? ???? ??? ?? ??? ???? ???? ???? ??? ??? ??? ??? ????? ???? ?? ??? ?????? ???? ??? ???.. [???? ???? ????? ????????]?

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Raaulullah tatkala berangkat menuju tempat salat Id maka jalan yang dilewatinya berlaian dari jalan ketika beliau kembali.

Pada saat berangkat menuju Salat Id, beliau memilih melewati jalan pasar besi (al-Hadidin) dan pada saat kembali ke rumah memilih jalan pasar sendal-sepatu (al-Khizdain).

Tujuannya tidak ada lain terkecuali supaya Rasulullah bisa bertemu dan menyapa para sahabatnya yang tersebar di lorong-lorong kota Madinah. Beliau sapa para sahabatnya dengan kalimat penghormatan dan ucapan selamat lebaran: 

"Taqabbalallahu minna ma minkum." Begitulah jiwa sosial dan keakraban Rasulullah Saw dengan para sahabat yang patut diteladani oleh ummatnya. (*)

Sumber: Disway.id
Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com