Berkisah Tentang Manusia dan Air, Film Mantagi Karya Sutradara Muda Jambi Diperkenalkan ke Publik

Berkisah Tentang Manusia dan Air, Film Mantagi Karya Sutradara Muda Jambi Diperkenalkan ke Publik

Posted on 2026-02-18 09:18:42 dibaca 155 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI- Film Matagi karya sutradara muda asal Jambi, Taufik Hidayat Rusti resmi diperkenalkan ke publik. Rabu (17/2/2026) film ini tayang perdana di gedung teater Taman Budaya Jambi.

Film berdurasi 90 menit ini mengangkat tema spiritualitas, kesadaran lingkungan, serta relasi mendalam antara manusia dan air. Film Mantagi dirangkai dalam lima cerita pendek yang saling berhubungan satu sama lain.

BACA JUGA: Hilal Tidak Terlihat di Jambi, Kakanwil Kemenag: Awal Ramadan Tunggu Sidang Isbat

Alur kisah dimulai dari Danau Gunung Tujuh, turun ke Desa Lubuk Nagodang, Merangin di Desa Air Batu, hingga kawasan Kompleks Percandian Muaro Jambi dan Teluk Majelis Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).

Aliran Sungai Batanghari dari hulu hingga hilir menjadi simbol pengikat hubungan manusia dan air dalam film tersebut. Namun banyak ditemukan kasus kerusakan akibat ulah manusia yang membuat rusaknya ekosistem sungai.

BACA JUGA: PAW Pangeran Simanjuntak Tuai Polemik, Calon Pengganti Layangkan Guagatan Ke PN Jambi

Taufik Hidayat Rusti mengatakan bahwa Mantagi merupakan istilah lama yang merujuk pada kesadaran batin dan budi pekerti. Film ini sarat pesan spiritual, terinspirasi dari nilai-nilai agama samawi yang memandang air sebagai sumber kehidupan, sarana bersuci, doa, hingga penyembuhan.

“Judulnya sangat spiritual dan penuh misteri. Film ini menjadi penyadaran, bukan hanya bagi penonton, tetapi juga bagi saya sendiri,” ujar Taufik.

Proses pengembangan film dilakukan melalui diskusi kelompok terarah dengan melibatkan berbagai tokoh. Bahkan tahap syuting berlangsung selama satu bulan, sementara para pemeran mendalami karakter selama kurang lebih tiga bulan.

BACA JUGA: 46 Pembimbing Haji Profesional Hasil Kerja Sama UIN-Kemenhaj Jambi Siap Layani Jemaah

Dalam pembuatan film ini, kata Taufik, tidak ada niat untuk menghakimi siapapun. Ia hanya mencoba memberi ruang refleksi serta gagasan mengenai apa yang telah terjadi di lingkungan saat ini.

Sementara itu, Husni pemeran Mister X, mengaku perannya cukup menguras energi. Menurutnya, Mister X adalah representasi diri manusia yang berupaya mengendalikan hasratnya. Adegan di Danau Gunung Tujuh menjadi salah satu yang paling menantang secara emosional.

Syamsul yang juga menjadi salah satu pemeran menyoroti maraknya aktivitas eksploitasi sumberdaya yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Sehingga penting bagi manusia menyadari empat unsur dalam dirinya agar tidak bertindak semaunya dan merusak alam.

Melalui pendekatan misteri dan spiritual, film Mantagi diharapkan menjadi refleksi bersama tentang pentingnya menjaga air dan lingkungan sebagai sumber kehidupan.

Film Mantagi ditujukan bagi penonton usia 17 tahun ke atas. Usai Lebaran nanti, tim berencana melakukan pemutaran keliling serta mengikuti sejumlah festival film. (aiz)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com