Kolase Bakal Calon Gubernur Jambi.

News in Depth: Perang Terbuka di Pilgub Jambi, Dari Kepala Daerah Aktif Hingga Anggota DPR RI

Posted on 2026-04-21 12:15:41 dibaca 764 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI-Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2029 bakal menjadi panggung terbuka.

Terlebih jika masih dilakukan pemilihan langsung, perebutan BH 1 Jambi dipastikan minus kandidat petahana.

Bahkan sejumlah nama diprediksi bakal turun gelanggang dalam hajatan pesta demokrasi tersebut. Sebagian besar adalah wajah lama, mulai dari mantan dan Kepala daerah aktif hingga anggota DPR RI.

BACA JUGA: Pemkab Sarolangun Bakal Lelang 58 Kendaraan Dinas, Ini Rinciannya

Pertama ada Sy Fasha, politisi NasDem yang juga adalah anggota DPR RI, Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arif, anggota DPR RI Fraksi Golkar Cek Endra.

Kemudian mantan bupati Tanjabtim Romi Hariyanto, mantan Gubenur Jambi Zumi Zola, anggota DPR RI Edi Purwanto dan Rocky Candra. Selanjutnya Bupati Merangin M Syukur, Walikota Jambi Maulana, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseso (BBS) dan Bupati Tanjabbar Anwar Sadat, serta Bupati Bungo Dedy Putra. 

BACA JUGA: Kursi Panas Sekda Kota Jambi, Tiga Nama Mencuat Jelang Lelang Jabatan 2026

Figur Dedy Putra, meski baru satu periode menjabat bupati Bungo, tapi ia cukup diperhitungkan karena cukup mengakar di masyarakat Jambi.

Pasalnya, sebelum menjadi bupati, Dedy juga dikenal sebagai politisi senior di PAN. Ia merintis karir dari bawah, kemudian menjadi ketua DPRD Bungo dan pernah menduduki kursi DPRD Provinsi Jambi. Kiprahnya di gelanggang politik Jambi tak perlu diragukan lagi.

Di luar itu, masih ada nama anggota DPR RI dari PAN, H Bakti.Pengamat politik Fahruddin menyebutkan bahwa regulasi terkait UU Pilkada sangat menentukan eskalasi politik Jambi kedepan. Ini berkaitaan dengan apakah masih dilakukan Pilkada langsung atau dipilih melalui DPRD sebagai perwakilan rakyat di masing-masing daerah.

“Saya pikir keputusan terkait regulasi ini akan sangat menentukan. Regulasi itu juga berpengaruh terhadap siapa saja kandidat yang akan bertarung,” ujarnya.

Jika masih pilkada langsung, kata Fahruddin, tentunya ada banyak kandidat yang berpotensi untuk maju. Menurutnya ada dua klaster, kandidat dari kepala daerah dan anggota DPR RI.

BACA JUGA: Panitia Terbentuk, Musda Demokrat Jambi Segera Dimulai

“Ada dua potensi besar jika masih Pilkada langsung. Pertama kepala daerah dan anggota DPR RI Jambi yang memiliki peluang besar bakal maju,” katanya.

Untuk kepala daerah, kata Pahruddin, ada Muhammad Fadhil Arief yang memiliki peluang paling besar. Selain karena Ketua partai, Fadhil memiliki basis dukungan kuat di Batanghari.

Hasil Pilkada dan pemilu 2024 lalu menjadi acuan kekuatan mantan Sekda Kabupaten Muaro Jambi tersebut. Itu karena perolehan kursi PPP yang dipimpinnya meroket signifikan.

Belum lagi PPP juga berhasil memenangkan Pilkada Sarolangun sekaligus merebut kursi Ketua DPRD. Sedangkan di DPRD Provinsi, Fadhil mencatatkan sejarah karena berhasil merebut 5 kursi legislatif.

“Secara kalkulasi politik, Fadhil tidak punya pilihan lain jika ingin turus brada di eksekutif, langkah satu-satunya adalah maju di Pilgub Jambi. Peluangnya besar, pimpinan partai dan memiliki basis dukungan kuat,” katanya.

Nama kepala daerah lainnya seperti M Syukur juga tidak bisa dikesampingkan, sebagai Bupati Merangin dan senator 4 periode peluangnya terbuka. Belum lagi jika M Syukur bisa mengkonsolidasikan Merangin, daerah dengan pemilih terbesar kedua menjadi basis dukungan.

“M Syukur punya modal yang juga kuat. Pengalamannya sebagai senator dan Bupati Merangin cukup membuka kans untuk maju,” katanya.

Walikota Jambi Maulana juga dinilai memiliki peluang. Kemenengannya signifikan di Pilwako Jambi menujukkan bahwa Maulana punya kekuatan politik.

“Pilihannya Maulana harus mengambil resiko jika tidak diusung PAN. Saya pikir Golkar, Demokrat dan Gerindra bisa menjadi alternatif apabila serius maju di Pilgub Jambi,” jelasnya.

Bagaimana dengan Anwar Sadat yang juga sudah dua periode di Tanjabbar? Direktur Eksekutif Public Trust Institute (Putin) ini menyebutkan bahwa Anwar Sadat tidak cukup mengkar. Pilihan yang realistis adalah sebagai calon wakil gubernur. “Di Tanjabbar, Anwar Sadat memang memiliki elektabilitas tinggi. Tapi di daerah lain saya pikir tidak dominan,” jelasnya lagi.

Sedangkan BBS, kata Pahruddin, ia akan bersaing dengan sesame politisi PAN apabila memutuskan maju. Menurutnya pilihan yang cukup realistis adalah dengan tetap maju di Muaro Jambi untuk periode kedua.

“BBS punya peluang juga, tapi kepentingannya akan berbenturan dengan PAN yang punya banyak kader,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan anggota DPR RI, legislator Jambi di Senayan? Dosen Universita Nurdin Hamzah ini menyebut peluang meraka juga lebar. Ada Sy Fasha anggota DPR RI yang juga Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi. Mantan walikota berpotensi besar untuk mencalonkan diri.

Menurutnya, Sy Fasha memiliki sumber daya besar. Selain menjadi anggota perlemen memiliki kendaraan politik lewat partai besutan Surya Paloh.

“Kontong suaranya juga besar, mayoritas tentu di Kota Jambi,” ungkapnya.

Sedangkan Cek Endra juga hampir serupa. Ia memiliki kendaraan politik lewat partai Golkar yang ditukanginya saat ini. Ia juga merupakan anggota DPR RI yang terpilih dengan jumlah dukungan terbesar. “Secara kalkulasi, Cek Endra masih punya kekuatan. Meski kalah di Pilgub Jambi, tetapi di Pileg dukungannya masih terlihat,” ungkapnya.

Kemudian ada Edi Purwanto, Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi. Menurutnya, Edi Purwanto layak untuk masuk gelanggang Pilgub Jambi. Sebagai politisi muda, Edi dinilai memiliki nyali politik yang luar biasa. “Tidak banyak politisi seperti Edi Purwanto di Jambi. Karir politiknya dibangun dari bawah, ia punya nyali,” katanya.

Ditambah lagi Edi Purwanto merupakan figure dari etnis jawa yang jumlah pemilihnya tebesar di Provinsi Jambi. “Jika Edi bisa mendapatkan dukungan itu, ia tentu berpeluang,” jelasnya.

Lalu ada Rocky Candra, politisi muda Gerindra yang saat ini berada di Senayan. Sebagai partai pemenang Pemilu, Rocky tentu menjadi salah satu figure alternative dari partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

“Jika Gerindra mengingikan kadernya maju di Pilgub Jambi, Rocky bisa menjadi kandidat yang didorong. Suaranya di Pileg kemarin juga besar,” ungkapnya. Nama lain ada mantan Gubernur Jambi Zumi Zola yang juga berpotensi maju. Menantu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) ini menjadi kandidat yang paling diperhitungkan.

Menurut Pahruddin, secara popularitas bisa saja Zumi Zola masih menjadi yang tertinggi. Tetapi soal elektabilitas masih perlu diuji lebih jauh.

Menurutnya, persoalan terbesar Zumi Zola adalah statusnya sebagai mantan terpidana korupsi suap ketok Palu APBD Provinsi Jambi 2017 lalu. "Akan sulit bagi Zumi Zola untuk lepas dari persoalan itu," ungkapnya. (aiz)

Bakal Calon Gubernur Jambi

• Sy Fasha Anggota DPR RIPartani NasDem

• Zumi Zola Mantan Gubernur JambiPAN

• Maulana Walikota JambiPAN

• M Fadhil Arief Bupati BatanghariPPP

• Anwar Sadat Bupati Tanjab Barat PAN

• M Syukur Bupati MeranginPAN

• BBS Bupati Muaro JambiPAN

• Dedy Putra Bupati BungoPAN

• Cek Endra Anggota DPR RIGolkar

• Edi Purwanto Anggota DPR RIPDIP

• H Bakri Anggota DPR RIPAN

• Rocky Candra Anggota DPR RIGerindra

• Romi Hariyanto Mantan Bupati TanjabtimPSI

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com