Perkumpulan Hijau Desak Evaluasi Total Ribuan Sumur Bor BRGM di Jambi, Hadapi Ancaman “Godzilla El Nino”

Perkumpulan Hijau Desak Evaluasi Total Ribuan Sumur Bor BRGM di Jambi, Hadapi Ancaman “Godzilla El Nino”

Posted on 2026-04-23 09:50:05 dibaca 301 kali

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Perkumpulan Hijau melontarkan kritik keras terhadap efektivitas ratusan sumur bor yang dibangun oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove di wilayah gambut Jambi, di tengah meningkatnya ancaman fenomena iklim ekstrem El Nino yang kerap disebut sebagai “Godzilla El Nino”.

Fenomena “Godzilla El Nino” merujuk pada kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang sangat kuat, yang berdampak langsung pada kemarau panjang, penurunan curah hujan drastis, serta pengeringan masif ekosistem gambut. Dalam situasi ini, lahan gambut berubah menjadi sangat mudah terbakar, bahkan dapat memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan dan berlangsung berbulan-bulan.

BACA JUGA: Soal Pemasangan Pipa Gas Jadestone, Komisi XII DPR RI Agendakan Investigasi Langsung ke Lapangan

Berdasarkan kompilasi data lapangan dan laporan program, jumlah sumur bor yang telah dibangun BRGM di Provinsi Jambi diperkirakan mencapai ±800 hingga 1.200 unit. Namun Perkumpulan Hijau menilai, angka besar tersebut tidak berbanding lurus dengan kesiapan di lapangan.

Direktur Perkumpulan Hijau, Feri Irawan, menyatakan bahwa dalam konteks ancaman El Nino ekstrem, kegagalan fungsi sumur bor berpotensi menjadi titik lemah serius dalam sistem pencegahan kebakaran.

BACA JUGA: Kabar Gembira, Pemkot Sungai Penuh Prioritaskan Penerimaan CPNS Untuk Putra Daerah, Ini Jumlah Formasi yang Diajukan

“Kita sedang menghadapi potensi ‘Godzilla El Nino’, bukan kondisi normal. Ini situasi ekstrem yang membutuhkan kesiapan ekstrem. Kalau ratusan sumur bor tidak berfungsi, maka itu bukan sekadar kelalaian teknis, itu adalah kegagalan sistemik dalam mitigasi bencana,” tegas Feri Irawan.

Ia menambahkan bahwa dalam kondisi kekeringan panjang, muka air tanah gambut akan turun drastis hingga ke lapisan dalam. Jika sumur bor tidak mampu menyediakan air atau tidak dapat dioperasikan, maka api yang muncul akan dengan cepat menjalar ke bawah permukaan dan menjadi kebakaran laten yang sangat sulit dipadamkan.

“Pada fase El Nino kuat, gambut bisa kering sampai kedalaman tertentu dan menyimpan bara api di bawah tanah. Tanpa sumber air yang siap pakai, pemadaman hanya akan menjadi reaksi terlambat, bukan pencegahan,” ujarnya.

Menurut Feri Irawan, kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara perencanaan program dan realitas implementasi di lapangan.

BACA JUGA: Terkait Pemasangan Pipa Gas, MPW Pemuda Pancasila Jambi Minta Komisi XII Panggil Jadestone

“Jangan sampai pembangunan ribuan sumur bor hanya berhenti sebagai angka dalam laporan. Dalam situasi ancaman El Nino ekstrem, yang dibutuhkan bukan jumlah, tetapi fungsi nyata di lapangan. Kalau tidak berfungsi saat dibutuhkan, maka keberadaannya menjadi tidak relevan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa jika kondisi ini tidak segera dibenahi, maka risiko kebakaran besar seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya sangat mungkin terulang, bahkan dengan skala yang lebih luas akibat tekanan perubahan iklim.

Perkumpulan Hijau memandang bahwa kesiapan menghadapi “Godzilla El Nino” tidak bisa ditunda, karena dampaknya tidak hanya pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, ekonomi daerah, serta reputasi penanganan karhutla di tingkat nasional.

“Ini bukan sekadar isu lingkungan, ini soal krisis. Jika infrastruktur dasar seperti sumur bor tidak siap, maka kita sedang menghadapi bencana dengan kondisi yang tidak siap. Itu yang kami khawatirkan,” tutupnya.(*)

Copyright 2019 Jambiupdate.co

Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129

Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896

E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com