Banjir Landa Merlung hingga Tungkal Ulu, Jalur Jambi–Riau Dialihkan
JAMBIUPDATE.CO, KUALA TUNGKAL - Banjir melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat bahkan jalan lintas nasional Jalan Lintas Timur Sumatera yang menghubungkan Jambi - Riau harus dialihkan arus kendaraan nya.
Kecamatan yang terdampak banjir itu yakni Kecamatan Merlung, Kecamatan Tungkal Ulu, Muara Papalik, dan informasi Kecamatan Batang Asam dan Renah Mendaluh juga terdampak terkait banjir ini.
BACA JUGA: Pasca Tahun Baru, Ratusan Wisatawan Padati Kawasan Candi Muaro Jambi
Banjir yang melanda sejumlah kecamatan itu akibat dari hujan yang melanda Tanjabbar dalam beberapa pekan terakhir di 2025 dan 2026 ini.
Kepala BPBD Tanjabbar Zulfikri mengatakan data yang diperoleh pihaknya dari Kecamatan Tungkal Ulu lebih kurang 34 rumah warga dari tiga desa teredam banjir yang terjadi dari Jumat (2/1/2026) lalu.
BACA JUGA: Resmikan Kantor Camat Pesisir Bukit, Wali Kota Alfin Minta Pelayanan Publik Ditingkatkan
Saat ini sejumlah rumah sudah bisa ditempati hal itu dikarenakan air sudah mulai kering. BPBD dan Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
"Tiga desa yang terendam tapi tidak semua kena banjir penuh, hari ini sudah mulai surut," katanya.
Ia menyebutkan Desa Pematang Pauh banjir akibat dari meluapnya air sungai Luntuk sehingga banjir tersebut hampir ke Jalan Lintas.
BACA JUGA: Nestapa PPPK Paruh Waktu: Senyum Terima SK, Menangis Lihat Besaran Gaji
"Sampai kerumah warga terendam sebanyak 14 rumah meliputi RT 02, RT. 03. dan RT 05 dan Kantor Desa Pematang Pauh juga ikut terendam sampai dengan lantai kantor," ungkapnya.
Zulfikri menjelaskan Desa Tanjung Tayas juga terdampak dari banjir ini akibat dari meluapnya air sungai Bumbung. Jumlah rumah terdampak sudah masuk air kedalam rumah warga sebanyak 18 rumah.
BACA JUGA: Cara Membuat Portfolio Digital dengan Kode QR untuk Lamar Kerja
"Meliputi 3 RT dan akses jalan dari luar lintas ke dusun dalam sementara ini terhambat kendaraan roda 2 maupun roda 4 tidak dapat lewat karena banjir tersebut," ucapnya.
Sedangkan Desa Badang ada 2 rumah yang terdampak yang berada di kebun dan kolam posisi air masih di bawah rumah. Akibat banjir ini kerugian terdampak sekitar 5 kolam rusak tenggelam dan bibit ikan ikut hanyut.
Sedangkan, di Kecamatan Muara Papalik Banjir terjadi di Desa Rantau Badak, Kemudi Kecamatan Batang Asam banjir melanda Desa Tanjung Bojo dan Desa Dusun Kebun.
"Untuk data terendam masih dalam proses pendataan," ungkapnya.
Ia bahkan tidak masukan Kecamatan Merlung yang mengalami banjir cukup serius bahkan di Melrung Jalan Lintas Timur Sumatera sampai tidak bisa dilalui roda empat dan dua. Sedangkan untuk roda enam ke atas bisa dilalui dengan sekema buka tutup.
Camat Muara Papalik, Fidruzal mengatakan banjir masih melanda sejumlah wilayah di kecamatannya. Ia menyebutkan di Desa Lubuk sebontan longsor terjadi di dua titik akses jalan tersebut sudah bisa dilalui.
"Tapi sudah dbersihkan papaki alat berat dan satu rumah gudang hancur terbawa longsor," katanya, Minggu (4/1).
Ia menyebutkan banjir sudah terjadi selama tiga hari spanjang lebih kurang 200 meter yang merendam jalan penghubung antar wilayah. Saat ini kedalaman sudah mencapai 3 meter.
"Penyebrangan sudah ada perahu karet BPBD satu unit dan alat bantu penyebrangan motor dibuat secara manual 1 buah seprti rakit," ungkapnya.
Kemudian, banjir Desa Rantau Badak Lamo banjir spanjang 250 meter kedalaman 2,5 meter, rumah terendam 8 rumah, tidak ada korban.
"Kelurahan rantau badak banjir ada 6 rumah, tadi sudah di efakuasi isi rumah warga yang terdampak, dan kelurahan rantau badak dalam di tran jalan kebanjiran ada dua RT dan jalan ke kebun." Tandasnya.
Sementara itu, Camat Merlung Yeni mengatakan banjir juga melanda wilayahnya terjadi di Desa Melung dan Kelurahan Merlung kondisi saat ini air sudah masuk kedalam rumah warga yang ada di dua wilayah ini.
" Desa dan kelurahan Merlung untuk air sudah masuk kerumah masyarat untuk data belum bisa kita pastikn karena kondisi air masih belum stabil," katanya.
Sedangkan untuk akses jalan Desa Lubuk Terap menuju Desa Penyabungan dan Kecamatan Renah Mendalu dua titik sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat.
"Untuk jalan menuju Desa Tanjung Paku lumpuh total," ucapnya.
"Untuk air didepan Polsek Merlung kondisi sekarang debid air sudah berkurang tapi kendaraan roda dua dan empat masih diarahkan lewat Surya Khairudin dan roda enak tetep lewat polsek." Tandasnya
Kapolsek Merlung AKP Agung Wibowo meminta pengendara dari Jambi - Riau lewat jalan alternatif.
"Dapat kami laporkan banjir dengan ketinggian 60 CM terjadi di Jalan Lintas Timur KM 121 depan Polsek Melrung," kata AKP Agung Wibowo.
Agung menegaskan masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua, roda empat dari Jambi tujuan Riau untuk dapat menghindari jalur tersebut dan melintasi jalan alternatif lewat Pos Lantas KM 104 Desa Dusun Mudo nantinya keluar di Pos Dasal, Pelabuhan Dagang, Kecamatan Tungkal Ulu.
"Bagi kendaraan roda enam ke atas bisa melintasi jalur ini Km 121 dengan sistem buka tutup, untuk roda empat kebawah silahkan lewat jalur alternatif. Bagu yang dari Riau - Jambi bisa lewat jalur sebaliknya," ujarnya.
Sementara itu, banjir juga melanda Kecamatan Merlung terjadi pada Sabtu hingga Minggu Januari 2026 di Kecamatan Merlung. Kapolsek menegaskan Kondisi terkini terdapat tiga lokasi utama yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan yaitu Jl. Lintas Tengah Tebo-Merlung (Desa Lubuk Terap) Debit air naik hingga mencapai ±100 cm atau setinggi pinggang orang dewasa. Hal ini menghambat akses lalu lintas di jalur tersebut.
Kemudian, Akses Jalan Desa Tanjung Paku ketinggian air terpantau mencapai ±60 cm. Selain merendam jalan, banjir dilaporkan mulai memasuki pemukiman dengan estimasi 10 unit rumah warga terdampak.
Kapolsek menegaskan Pasar Kalangan Desa Merlung ketinggian air berada di kisaran ±60 cm, yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Kapolsek menyampaikan bahwa situasi ini kemungkinan akan terus meningkat hingga sore atau malam hari.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat wilayah hulu di Renah Mendaluh saat ini masih terpantau hujan. Potensi kenaikan debit air kiriman sangat mungkin terjadi," ujar Kapolsek.
Koordinasi dan Langkah Darurat Sebagai langkah antisipasi, Polsek Merlung telah memberikan imbauan langsung kepada masyarakat di bantaran sungai dan wilayah rendah untuk siaga evakuasi jika hujan susulan kembali turun.
Terkait keterbatasan sarana, Kapolsek Merlung juga telah berkoordinasi dengan Polres Tanjab Barat untuk dukungan logistik.(Sun)
Alamat: Jl. Kapten Pattimura No.35, km 08 RT. 34, Kenali Besar, Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi 36129
Telpon: 0741.668844 - 0823 8988 9896
E-Mail: jambiupdatecom@gmail.com