Ilustrasi. Foto : Pixabay
Ilustrasi. Foto : Pixabay

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menyebut pengguna kontrasepsi pasangan suami istri melalui program Keluarga Berencana (KB) di Jambi sudah tinggi.

Di Jambi tercatat sudah mencapai angka 66 persen. Namun, penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih rendah.

Mukhtar Bakri, Kepala BKKBN Provinsi Jambi mengakui jumlah pengguna alat kontrasepsi di Jambi mencapai 66 persen pada tahun 2018. Penggunaan meningkat dari sebelumnya dan sudah tergolong tinggi dari rata-rata, sampainya.

Meski demikian, Mukhtar menginginkan masyarakat beralih pada penggunaan MKJP. Dimana metode ini dinilai lebih unggul dibandingkan dengan yang lainnya. MKJP memiliki rentang waktu yang lama. Misalnya implan selama tiga tahun dan intra uterine device (IUD) bisa sampai 10 tahun.

Menurutnya, MKJP tidak memasukan zat antibiotik ke dalam tubuh. Berbeda dengan alat kontrasepsi KB jenis pil atau suntik yang secara periodik memasukan semacam itu.

Saat ini, kami tengah kejar sosialisasi peningkatan MKJP. Sebab ini lebih aman bagi penggunanya, tuturnya.

Rendahnya penggunaan tersebut disebabkan minimnya jasa pelayanan. Artian kurangnya layanan bidan puskesmas di desa-desa pelosok.

Selain itu, kurangnya SDM juga menjadi faktor. Umpama hari kerja, masyarakat kebanyakan bekerja di kebun. Pas pulang, bidannya sudah pulang juga dari jam kerja. Kecuali kalau bidannya tinggal di desa, terangnya. (aba)


Komentar

Rekomendasi