iklan Ilustrasi.
Ilustrasi. (Dhimas/Fajar Indonesia Network)

“Kesiapan? Pasti akan disiapkan jadi untuk memutuskan suatu daerah apakah akan dilakukan suatu isolasi pasti sudah dipikirkan juga bagaimana supporting-nya bahkan sampai masalah di desa,” imbuh dia.

Terpisah, Ekonom CORE Indonesia Piter Abdullah menilai apa yang dilakukan pemerintah bila terjadi lockdown bukan semata-mata pertimbangan ekonomi semata namun untuk mengurangi penyebaran virus coronan.

“Lockdown bukan pilihan dengan pertimbangan ekonomi. Lockdown adalah pilihan solusi untuk mengatasi wabah corona. Jadi keputusan lockdown atau tidak sepenuhnya atas dasar pertimbangan untuk bisa mencegah penyebaran virus corona,” kata Piter kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (19/3).

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda mengingatakan kepada pemerintah, apabila terjadi locdown yang harus dipersiapkan bukan hanya anggaran saja melainkan juga faktor pendukung lainnya.

“Kesiapan masalah distribusi dan pengamanan juga penting. Jangan sampai lockdown malah menimbulkan huru hara,” ujar Huda kepada FIN, kemarin (19/3).

Huda mengapresiasi langkah pemerintah dalam ketersediaan bahan pangan yang dilakukan Kementerian Perdagangan (Kemendag) bila terjadi lockdown.

“Pemerintah sudah bagus mengeluarkan peraturan untuk pembelian beberapa kebutuhan pokok. Namun pelaksanaannya harus kita kawal. Jika sudah oke semua perlu kita lockdown untuk mencegah virus,” pungkasnya.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto sebelumnya memastikan akan meningkatkan stok bahan pangan jika diberlakukan kebijakan lockdown. “Kami akan minta stok ditingkatkan, mungkin akan double atau sampai jangka panjang, ” kata Agus.(din/fin)


Sumber: www.fin.co.id

Berita Terkait



add images