Ilustrasi KPR.
Ilustrasi KPR. (Pixabay)

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA – Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mendorong masyarakat untuk memiliki hunian. Pemerintah sendiri telah menunjuk bank pelaksana untuk dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Namun, apabila tidak mencapai target maka Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalihkan kuota pembangunana rumah ke perbankan lain.

“Bagi bank yang berkinerja kurang bagus dalam penyaluran dana FLPP, kuoatnya akan dialihkan ke bank yang berkinerja bagus,” kata Dirketur Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP), Arief Sabaruddin, Minggu (21/6).

Sampai dengan pertengahan Juni 2020, pemerintah telah menyalurkan dana FLPP senilai Rp6,82 triliun. Realisasi baru mencapai 62 persen dari target persen dari target Rp11 triliun pada tahun ini.

Dana FLPP tersebut digunakan untuk membangun 67.498 unit rumah bagi MBR. Realisasi tersebut mencapai 65,85 persen dari target pembangunan 102.500 unit rumah MBR pada tahun ini.

Adapun pemerintah telah menunjuk perbankan pelat merah, yakni Bank Tabungan Negara (BTN), BTN Syariah, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Mandiri. (din/fin)


Sumber: www,fin.co.id

Komentar

Berita Terkait

BMW Terpaksa Putus Kontrak 10.000 Pekerja

Izin Investasi Tembus 5.000 per Hari

Pajak Kendaraan Anjlok 50 Persen

Rugi Rp38,8 Triliun, Kinerja PLN Mengecewakan

2020, Ekonomi Nasional Tertekan Cukup Dalam

Rekomendasi




add images