Minggu, 28 Mei 2017
Berita Jambi Paling Update


Resensi Novel

Dear Nathan

Minggu, 11 Desember 2016 - 18:43:27 WIB | Dibaca: 993 pembaca
Cover Buku.

Penulis : Erisca Febriani
Penerbit : Best Media
Kategori : Novel (Fiksi)
Terbit : Maret 2016
Tebal : 528 Halaman
ISBN : 978-602-6940-14-8

MASA putih abu-abu bisa dibilang sebagai masa-masa yang paling indah, karena disana banyak siswa-siswi yang sedang beranjak dari masa remaja ke dewasa. Begitupula dengan Salma Alvira atau bisa dipanggil Salma. Seorang siswi pindahan dari bandung ke sekolah SMA Garuda Jakarta. Kehidupan yang sangat berbeda Salma dapati ketika berada di sekolah barunya. Sekolah yang dulunya bersisi anak-anak yang rajin, sekarang berubah menjadi anak-anak yang selalu jahil dan selalu berbuat onar. Berbeda sekali dengan Aldo selaku ketua OSIS di SMA Garuda. Aldo yang pandai berorganisasi, pandai dikelas, dan sebagai anak kesayangan para guru. Kisah ini berawal dari Salma yang ditolong oleh seorang cowok agar bisa masuk kesekolah lewat gerbang samping karena terlambat mengikuti upacara bendera pertama disekolah barunya. Selidik punya selidik ternyata Nathan namanya. Lama-lama Salma semakin dekat dengan Nathan.

Nathan termasuk orang yang terkenal di sekolahnya, bukan karena sikap baik dan kecerdasannya, melainkan karena selalu membuat onar saja disekolah. Berkalahi, tawuran, jahil, membolos sudah menjadi makanan sehari-hari Nathan di sekolah. Nathan itu badboy tetapi tidak playboy. Nathan juga tipe cowok yang sulit membuka hati untuk seseorang. Buktinya Dinda, cewek tercantik disekolahnya yang selalu mengejar-ngejar Nathan, tidak dipedulikannya. Begitupula dengan Seli teman sejak kecil Nathan yang pernah meninggalkannya karena kesalah pahaman, mengejar kembali cinta Nathan. Tetapi Nathan tidak mempedulikan Seli lagi karena sudah pernah menyakiti hatinya. Nathan itu orangnya ganteng, tinggi, putih, tajir pula. Wajar saja jika Nathan jadi idaman cewek-cewek cantik untuk berusaha mendapatkan hati Nathan.
Tanpa sadar Nathan jatuh cinta kepada Salma. Entah mengapa Nathan lebih memilih Salma yang lugu dan belum pernah merasakan bagaimana itu pacaran. Kedekatan mereka kian menjadi dan akhirnya mereka berpacaran. Nathan dan Salma itu bagaikan minyak dan air yang sulit untuk menyatu.Nathan selalu berbuat onar, sedangkan Salma anak yang rajin dan tidak berbuat hal memalukan di sekolah. Nathan yang selalu tawuran, tetapi Salma membenci orang yang tawuran. Tetapi hal tersebut saling melengkapi satu sama lain.

“Meskipun tampang saya berandalan, tapi saya sangat menghargai wanita. Wanita itu seperti kaca, kalau retak ya bakalan retak seumur hidup dan ngga bisa balik seperti semula. Gimanapun caranya.” – Nathan. Hal. 95
Salma menghadapi banyak sekali hal sulit dalam menjalin hubungan dengan Nathan, karena memang Salma belum pernah merasakan bagaimana berpacaran. Berbagai hal tak terduga timbul akibat kesalahpahaman. Cemburu, sedih, sakit hati, senang semua dijalani Salma ketika menjalin hubungannya dengan Nathan.

“Jangan pernah merubah diri lo Cuma untuk memenangkan hati seseorang. Tetap jadi diri lo, dengan cara itu lo bakal nemuin orang yang bener-bener cinta sama lo, dengan kepribadian lo” – Nathan,Hal. 297Nathan mengalami hal sulit di kehidupan keluarganya, berawal dari Daniel kembarannya yang meninggal menyebabkan ibunya menjadi gila karena kehilangan anak kesayangannya. Tak lama kemudian ibunya juga meninggal akibat darah tinggi. Ayahnya yang menikah lagi dan masih banyak lagi permasalahan Nathan pada lingkungan keluarganya.

“Cinta itu nggak butuh alasan, Sal. Cinta itu reaksi alamiah yang muncul tanpa disengaja” – Nathan, Hal. 328
Salma sempat diputuskan oleh Nathan karena menurut Nathan, Salma itu terlalu tertutup dengan perasaanya dan tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada Nathan. Sebenarnya banyak yang ingin diungkapkan oleh Salma hanya saja salma gugup, tidak pandai berbicara dan karena masih baru pertama merasakan pacaran untuk pertama kalinya.
Selama Salma tidak lagi menjalin kembali hubungan dengan Nathan, Aldo mulai mendekati Salma tetapi Salma menolak. Perasaan yang sangat berbeda muncul ketika Aldo menyatakan perasaannya kepada Salma, tidak sedikitpun Salma merasakan getaran cinta kepada Aldo. Berbeda ketika Nathan yang menyatakan perasaannya kepada Salma, Salma sangat merasakan getaran cintanya dari hati yang paling dalam. Lama-kelamaan akhirnya Nathan dan Salma balikan, setelah Salma menuliskan sepucuk surat untuk Nathan bahwa sebenarnya ia mencitainya. Hanya media suratlah Salma dapat menyampaikan isi perasaanya dengan tulus.

Novel ini sangat menarik karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan jarang menggunakan bahasa tinggi yang sulit dimengerti oleh para pembaca awam. Novel ini sangat cocok untuk anak-anak muda di masa sekarang. Kisah percintaan di masa putih abu-abu membuat pembaca bisa bernostalgia dengan masa-masa SMA dulu. Terlebih jika mempunyai kisah percintaan di SMA pasti kisah pada novel ini akan membuat para pembaca terjerumus ke dalam suasana novel ini. Jalan ceritanya juga tidak membosankan karena selalu saja terdapat konflik didalamnya, membuat para pembaca semakin penasaran dan semakin ingin menelusuri lebih dalam lagi.

Banyak sekali lelucon yang dibuat oleh rombongan Adit, Nathan, dan Budi dari sikap usilnya, sikapnya dan lawakannya membuat para pembaca tidak merasa bosan dan bisa tertawa sendiri ketika membacanya. Kata-kata sajak, Quotes, Motivasi juga banyak yang terukir oleh penulis di novel ini. Membuat pembaca bisa tergugah hatinya.

Banyak sekali pesan moral yang disampaikan di Novel Dear Nathan ini. Diantaranya berteman itu harus saling mendukung, tidak menyia-nyiakan kesempatan, mengajarkan kita tentang arti persahabatan, kekompakan, pentingnya keluarga,menghargai perasaan. Novel ini mengajarkan bahwa hal yang di depan kelihatan baik belum tentu dibelakangnya terlihat baik, begitupun sebaliknya hal yang didepan terlihat buruk belum tentu dibelakangnya terlihat buruk.

Kekurangannya yaitu penulis hanya terpaku pada tokoh Nathan saja. Sedangkan tokoh Salma yang juga sebagai tokoh utama kurang dideskripsikan dengan jelas bagaimana karakter Salma sebenarnya. Disisi lain penulis terlalu mengekspos kegiatan senonoh yang dilakukan kelompok pembuat onar di lingkungan sekolah. Selain itu, jalan ceritanya sangat mudah untuk ditebak. Harusnya penulis membuat jalan cerita yang sulit ditebak agar pembaca semakin penasaran dengan apa yang akan terjadi berikutnya.(*)

Nama : Ahmad Fauzan
NIM : A1D516022
Prodi : Administrasi Pendidikan

 


Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /