Selasa, 24 Oktober 2017
Berita Jambi Paling Update


Tarif Rp 350 Ribu, Libur Kalau Hujan, Becek!

Minggu, 13 Agustus 2017 - 09:17:40 WIB | Dibaca: 1310 pembaca
Ilustrasi.

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan, Kaltim, sudah menunjukkan keseriusannya memberantas praktik prostitusi.

Antara lain dengan membongkar bangunan eks lokalisasi Lembah Harapan Baru (LBH) di Km 17 pada Februari lalu.

Namun rupanya upaya ini tidak benar-benar menjadikan Balikpapan bebas dari praktik tersebut. Masih ada sejumlah praktik prostitusi di sejumlah kawasan.

Dari pantauan Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), selain di kawasan Manggar Sari, masih ada lokasi lain yang dijadikan tempat para PSK menjajakan diri. Di kawasan Markoni, Jalan Jendral Sudirman misalnya, keberadaan PSK mudah ditemui.

Hingga pada Sabtu (12/8) kemarin sekira pukul 02.00 Wita, ada saja PSK yang mangkal di sekitar kawasan Pasar Baru hingga lampu merah pertigaan Balikpapan Permai.

Salah satu dari mereka, EJ (35) mengaku memasang tarif sekitar Rp 350 ribu sudah termasuk sewa tempat.

Ia mengaku di Balikpapan Permai adalah tempat mangkalnya saat ini. Di waktu lain, ia bekerja di salah satu tempat hiburan malam di sekitar kawasan ini.

"Harganya Rp 350 ribu aja short time, itu sudah sama kamar. Kalau long time harganya Rp 1 juta. Biasa mulai cari pelanggan di sini, biasa selesai pukul 04.30 (pagi, red)," jelasnya.

EJ hidup dengan tinggal di kos-kosan dan bekerja di karaoke. Tidak hanya EJ, ada AN (36) juga kerap berada di sekitar jembatan kawasan Pasar Baru untuk menanti pelanggan.

Tiap malam ia berada di sana dan menawarkan dirinya Rp 300 ribu per transaksi singkat. "Rp 300-an ribu, sudah sama kamar. Kalau mau main di hotel bisa, cari hotel dekat sini yang murah, ada kok yang harga Rp 100-an ribu," katanya.

Ia beralasan memilih pekerjaan tersebut lantaran terbelit masalah ekonomi. AN mengatakan, dirinya baru libur bekerja jika hujan turun. "Becek, jadi nggak turun," tandasnya. (cha/war)

Sumber: www.jpnn.com

Berikan Komentar via Facebook :







Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /