Jumat, 20 Juli 2018
Berita Jambi Paling Update


Viral! Video Cupink Topan Jadi Imam Salat, Suaranya Dipuji Jagat Maya

Minggu, 30 Juli 2017 - 22:42:20 WIB | Dibaca: 615 pembaca
Sofyan Alop.

JAMBIUPDATE.CO, JAKARTA- Sofyan Alop atau yang lebih populer dengan nama Cupink Topan ternyata bukan saja mahir dalam dunia akting laga film layar lebar, namun Ia juga memiliki suara merdu dalam melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Sebuah video beredar, pria asal Tidore Maluku Utara ini sedang memimpin salat berjamaah pada sebuah suaru di Hotel Bidakara bersama Gubernur Maluku Utara KH. Abdulgani Kasuba.

Video yang pertama kali diunggah oleh akun Iqchalcedony Obi ini, terdengar bagaimana Cupink Topan melantunkan Surah Jumah dengan begitu fasih dan tartil.

Video Cupink Topan tersebut, bahkan kini menjadi viral di sosial media, dengan 39.186 kali dibagikan, dan sebanyak 6,6 ribu tanggapan dari netizen.

Cerita Cupink Topan Pertama terjun ke Intertaimen Tanah Air

Sofyan Cupink Topan Alop tak pernah menyangka akan menginjakkan kakinya di dunia peran. Sebagai anak daerah, bayangan awalnya ketika merantau ke kota besar hanyalah mendapatkan ijazah untuk bekerja.

Siapa sangka, paksaan temannya untuk mengikuti lomba modelling menjadi pembuka jalan bagi karier Cupink di dunia akting.

Pria berusia 33 tahun ini lebih dikenal dengan nama Cupink Topan di dunia peran. Sepuluh tahun sudah Cupink yang asli Tidore ini bergelut di dunia entertainment Indonesia. Berawal dari teater mahasiswa dan modelling, ia akhirnya memantapkan pilihannya pada seni peran.

“Berakting dan menjadi aktor adalah passion saya,” ungkapnya ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Malut Post belum lama ini.

Setelah menamatkan sekolahnya di SMK Tidore jurusan Akuntansi, Cupink melanjutkan pendidikannya di UIN Alauddin Makassar. Niat awalnya mengambil jurusan Ekonomi Islam, ia justru terdampar di Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Meski menyukai belajar bahasa asing, pria bersuara merdu ini mengaku kewalahan ketika hendak menginjak semester V.

“Saya bisa mengukur kemampuan saya sendiri. Semester V, tiap kali presentasi kita harus menggunakan bahasa Arab. Jujur, saya kewalahan. Akhirnya saya berniat pindah fakultas,” kisahnya seraya tertawa.

Sayang, proses pengurusan pindah fakultas yang ribet dan memakan waktu membuatnya memutuskan untuk berhenti kuliah pada 2006. Meski begitu, pengalamannya bermain teater kala masih berstatus mahasiswa menjadi pelajaran yang berharga baginya. Pentas teater berjudul Kertas Kosong yang digagas oleh Himpunan Pelajar Indonesia Nuku Makassar (HIPMIN) itu menjadi awal perkenalannya dengan dunia peran.

”Di sanalah saya pertama belajar teknik olah pernapasan, olah vokal, intonasi, aksi, reaksi, improvisasi, juga artikulasi,” tutur putra pasangan Alop Hi. Musa dan Ramla Bakar itu. (***)

Sumber: www.fajar.co.id

Berikan Komentar via Facebook :

Advertisement
Advertisement





Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /