Rabu, 24 Januari 2018
Berita Jambi Paling Update


Warga Hawai Histeris Dapat Peringatan Serangan Rudal Korut

Minggu, 14 Januari 2018 - 10:24:25 WIB | Dibaca: 391 pembaca
Hawai (Reuters)

JAMBIUPDATE.CO, Bunyi sirine peringatan adanya serangan rudal balistik membuat panik seluruh warga Hawai, Amerika Serikat (AS). Mereka begitu panik dan ketakutan saat mendengar suara sirine tersebut.

Selama ini warga AS terutama Hawai merasa takut dengan serangan rudal nuklir Korea Utara (Korut). Sebab Korut sering mengancam akan menembakkan nuklirnya ke daratan AS.

Namun rupanya bunyi sirine itu hanyalah akibat perbuatan seorang pegawai yang menekan tombol yang salah pada sirine peringatan tersebut.

Pejabat dan militer AS mengkonfirmasi, tidak ada ancaman apapun. Lebih dari setengah jam warga Hawai panik dan mencari tempat perlindungan. Sementara petugas segera mencabut peringatan tersebut.

Peringatan tersebut berbunyi "Peringatan, rudal balistik akan segera menyerang Hawai. Cepatlah mencari Tempat Perlindungan. Ini bukan bagian dari latihan."

Peringatan tersebut dikirim melalui telepon genggam dan disiarkan di televisi dan radio setelah jam 8 pagi.

Peringatan ini jelas membuat warga panik, ditengah ancaman Korea Utara yang akan mengembangkan nuklir balistik Korut.

"Saya sangat marah dan kecewa atas insiden tersebut," kata Gubernur David Ige, Minggu, (14/1).

Ia juga meminta maaf dalam sebuah konferensi pers dan memastikan kejadian ini tidak akan terulang.

Peringatan tersebut, ujar Ige, dikirim pada saat pergantian karyawan di Hawai Emergency

Management Agency. Hawai tidak punya proses otomatis untuk mengatakan bahwa peringatan itu palsu.

Stacey Bow, 56 tahun, dari Honolulu, mengatakan, ia menerima peringatan darurat di ponselnya. Dia membangunkan putrinya yang berusia 16 tahun, "Saya menjadi histeris dan menangis," katanya.

Setelah kejadian tersebut Ige memerintahkan badan manajemen membuat perubahan prosedur  yang mewajibkan dua karyawan, tidak hanya satu untuk mengawasi. Perubahan shif juga harus terjadi tiga kali sehari setiap hari sepanjang tahun.

Administrator Agensi, Vern Miyagi, menyebutnya "kesalahan manusia". Miyagi mengatakan bahwa agensinya secara rutin menguji sistem peringatan daruratnya, dan karyawan tersebut mengira sedang melakukan tes. Tanpa menyadari bahwa dia telah mengirimkan peringatan tersebut sampai menerimanya di ponselnya sendiri beberapa menit kemudian. (Reuters/BBC/iml/JPC)

Sumber: www.jawapos.com

Berikan Komentar via Facebook :






Pencarian Berita:
Pilih Indeks Berita:
/ /