JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO - Tidak terima menjadi korban penganiayaan oleh kepala sekolah, M.Fiki Firdiansyah bersama orang tuanya Firdaus meminta pertanggungjawaban pada Kantor Kementrian Agaman (Kemenag) Bungo, Rabu (7/11).
 
Saat ditemui di kantor Kemenag, M.Fiki Firdiansyah ditemani Firdaus mengatakan ia beserta tiga orang temannya sudah yang masih kelas II dianiaya oleh kepala sekolah MTS Negeri Simpang Babeko, tempat ia menimba ilmu.
 
Dijelaskannya, kejadian bermula saat Fiki bersama tiga orang temannya meminjam bola kasti untuk bermain. Setelah main, bola kasti tersebut langsung dikembalikan.
 
"Tidak lama setelah dikembalikan, kami dipanggil oleh kepala sekolah. Lalu kepala sekolah menuduh kami telah membocorkan bola kasti yang dipinjam. Padahal bola itu sudah bocor dari hari Sabtu lalu ," ucap Fiki.
 
Kepala sekolah tersebut tidak mau menerima alasan yang disampaikan. Ia meminta agar Fiki bersama temannya mengganti bola tersebut sebesar Rp 5000 untuk satu orangnya.
 
"Setelah itu tangan kami berempat dipukul oleh kepala sekolah pakai kayu. Akibat dari pemukulan itu tangan saya sangat merasa sakit karena kesleo ," tutupnya.
 
Sementara itu Firdaus meminta agar Kemenag Bungo memberikan sangsi keras terhadap pelaku. Sayangnya, saat didatangi Kakan Kemenag tidak berada di kantor.
 
"Kita menuntut agar ada pertanggungjawaban atas perbuatannya. Setelah ini, kami juga akan membuat laporan pada pihak kepolisian agar diproses secara hukum ," ucapnya.
 
Terpisah Kanit Reskrim Polsek Babeko, Ipda Siswanto mengakui adanya laporan dari orang tua siswa terkait penganiayaan. Dikatakannya kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
 
"Memang benar, yang melaporkan orang tua siswa. Terlapornya kepala sekolah MTSN Babeko atas nama H.Mahyudin. Nanti akan kita panggil dan periksa dulu terlapornya ," ucap Iptu Siswanto.(ptm)

Komentar

Rekomendasi




add images