Tanah yang di klaim milik Riderwati di Desa Serumpun Pauh telah bersertifikat seluas 412 meter persegi telah dipagar oleh pihak IAIN Kerinci. Foto : Ist
Tanah yang di klaim milik Riderwati di Desa Serumpun Pauh telah bersertifikat seluas 412 meter persegi telah dipagar oleh pihak IAIN Kerinci. Foto : Ist

JAMBIUPDATE.CO, KERINCI - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci diduga melakukan penyerobotan tanah milik salah seorang warga Tanjung Pauh, Riderwati Binti H. Basir. Pasalnya tanah milik yang warga yang berada dipinggir jalan masuk menuju IAIN Kerinci tersebut telah dipagar oleh pihak IAIN Kerinci. 

Sementara pihak pemilik tanah mengaku sama sekali belum mendapat ganti rugi dan penjelasan dari pihak IAIN terkait tanah miliknya yang dipagar oleh IAIN Kerinci. Oleh karena itu, pemilik tanah memasang papan plang kepemilikan tanah dilengkapi yang tertera nomor sertifikatnya.

Riderwati mengatakan, pihaknya telah berupaya bertemu dengan pihak IAIN Kerinci, namun pihak IAIN Kerinci tidak menggubris itikad baik dari pihaknya. Terakhir Rederwati mengaku bertemu dengan pihak IAIN Kerinci pada Oktober 2017 lalu.

BACA JUGA : Diduga Serobot Tanah Warga, Ini Tanggapan Pihak IAIN Kerinci

"Saat itu kami bertemu dengan pak Yani dan Pak Nazami, mereka mengakui tanah tersebut belum selesai dan berjanji mau beli tanah itu. Namun mereka berdalih akan menghadap dengan rektor dulu sebelum membayar ganti rugi tanah itu," katanya.

Riderwati mengaku dirinya memiliki dokumen lengkap atas kepemilikan tanah seluas 412 meter persegi yang telah dipagar oleh pihak IAIN Kerinci tersebut. Dokumen tersebut berupa sertifikat tanah yang dikeluarkan Badan Pertanahan Negara (BPN).

Bahkan dia mengaku telah menanyakan pada BPN apakah ada sertifikat lain atas tanah tersebut, dan diketahui tidak ada.

Apabila ada pihak lain yang mengaku memiliki sertifikat lain maka perlu dipertanyakan asal sertifikat tersebut. Hal ini karena tidak mungkin BPN mengeluarkan dua sertifikat dengan satu lahan yang sama. "Kalau ada sertifikat lain, kami curiga ini ada permain untuk menyerobot tanah milik kami," ujarnya. (kar)


Komentar

Rekomendasi




add images