JAMBIUPDATE.CO, MUARA BUNGO - Pada zaman sekarang ini masih saja ada siswa dan siswi, yang tidak bisa melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi karena alasan ekonomi.

Dua bersaudara Nanda Irawan(17) dan Widia Putri (15) yang baru saja tamat sekolah di SMP N 3 Bungo tahun ini, terpaksa harus putus sekolah dan banting tulang membantu orang tuanya.

Mega (40) ibu dari Nanda dan Widia saat ditemui di rumahnya yang berada di Lorong Cengkeh, Kelurahan Pasir Putih mengungkapkan kesedihannya karena tidak mampu membiaya sekolah sang anak.

"Jangankan untuk biaya untuk masuk SMA, untuk menebus Surat Keterangan Hasil Ujian (SKHU) di SMP saja tidak ada. Makanya Nanda dan Widia saat ini kerja dulu ," ucap Mega, Rabu (25/7).

Dikatakanya, untuk meringankan beban, Nanda dan Widia sudah pernah mengurus bea siswa. Tapi, hingga tamat sekolah tidak pernah menerima.

"Sudah dari awal diurus, bahannya sudah diberikan. Tapi tidak pernah dapat. Malahan murid yang ekomoninya lebih mampu ada yang mendapatkan bea siswa ," sebutnya.

Mega sangat berharap kedua buah hatinya ini bisa melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Hanya saja keinginan ini dihalangi oleh faktor ekonomi.

"Saat ini Nanda bekerja di depot kayu, sementara Widia bekerja di laundry. Saya sendiri kerja bantu bantu orang. Saya sudah cukup lama berpisah dengan ayah mereka, dan suami saat ini hanya jadi buruh tani ," sebut Mega.

Nanda sendiri diketahui cukup berprestasi dalam bidang olah raga. Ia pernah mengaharumkan nama Kabupaten Bungo saat berhasil meraih mendali emas pada Pekan Olahraga Provinsi Jambi.

"Tahun lalu Nanda juara 1 dalam cabang olahraga tarung derajat. Kasihan kalau dia dan adiknya tidak bisa melanjutkan sekolah. Kami sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah ," harapnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi Kepala Sekolah SMP N 3 Bungo Drs, M Arif mengakui adanya sangkutan keuangan yang membuat dua bersaudara ini belum mengambil SKHU miliknya.

"Memang ada, Nanda belum bayar uang perpisahan sebesar Rp 85 ribu dan uang sosial sebesar Rp 6 ribu. Sementara Widia belum bayar uang perpisahan sebesar Rp 35 ribu dan uang sosial sebesar Rp 6 ribu ," ucap Arif.

Arif mengatakan sebenarnya Nanda dan Widia bisa saja mengambil SKHU tersebut meskipun belum mampu membayar uang perpisahan dan sosial pada pihak sekolah.

"Sebenarnya kalau mau datang kesekolah dan bilang belum mampu bayar tetap bisa mengambil SKHU. Tapi mungkin karena takut mereka memang tidak datang dan mengambil SKHU mereka ," tutupnya.

Terpisah Wakil Bupati Bungo, Safrudin Dwi Apriyanto mengatakan akan membantu dua bersaudara ini. Ia berjanji akan mengintruksikan Dinas Pendidikan Bungo untuk mengambil SKHU mereka.

"Tolong kirim nama lengkap dan total bianya, nanti biar saya minta orang Diknas yang mengambil SKHU nya. Untuk melanjutkan ke SMA akan kita cek dulu, karena tahapan sudah lewat, jangan sampai menimbulkan persoalan baru ," ucap Safrudin. (ptm)


Komentar

Berita Terkait

256 CJH Asal Tanjabbar Siap Diberangkatkan

Marak Perambahan, Kawasan Kaki Gunung Kerinci Gundul

Besok Kabupaten Bungo Gelar Pilrio Serentak

Pilkades Damai, 138 Cakades Sarolangun Berikrar

Rekomendasi




add images