Dana hibah luar negeri dari Amerika Serikat senilai US$ 600 atau Rp 5,7 Triliun ternyata hingga saat ini belum digunakan. Dana  ini diperuntukkan untuk menjalankan program Millenium Challenge Corporation (MCC). Yang berhasil mendapatkan dana ini dua Provinsi, yakni Jambi dan Sulawesi Barat.

Kepala Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jambi, Fauzi Anshori terkait masalah ini mengatakan, penggunaan dana ini terkendala dengan proses identifikasi penggunaan dana yang tepat.  Menurutnya, jika hitung, perharinya dana tersebut harus dihabiskan Rp 3, 5 miliar. Sehingga bisa dihabiskan dalam jangka waktu 5 tahun. “Sekarang masih menunggu identifikasi dari konsultan MCC untuk penggunaan dana. Programnya berbasis lingkungan,” jelasnya.

Dikatakannya, dana tersebut akan digunakan langsung oleh masyarakat. Yakni kelompok petani yang sudah disepakati sebagai sasaran penerima dana. “Bukan pemerintah yang melaksanakan,” tegasnya.

Menurutnya, bantuan dana ini hanya diperuntukan bagi dua kabupaten saja. Yakni Kabupaten Merangin dan Muarojambi. “Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi hanya sebagai fasilitator saja,” katanya.

Selanjutnya, untuk persiapan ditingkat masyarakat, menurut Fauzi adalah tanggungjawab konsultan. Mereka, katanya lagi, tengah menyiapkan  kegiatan-kegiatan apa yang cocok untuk pelaksanaan program berbasis lingkungan ini.

“Misalnya program PLTH dengan skala 20 MW ke bawah. Ini yang didorong, dibiayai dan berdampak untuk menjaga daerahnya agar tetap hijau,” ujarnya.

Dijelaskan dia, secara singkat konsep dari program ini masyarakat diberikan uang. Kemudian mereka diminta menjaga lingkungan. “Air diubah menjadi sumber energi, kemudian disalurkan ke masyarakat. Masyarakat membuat usaha kecil, dan tidak menggangu hutan. itu konsepnya, green prosperity,” sebutnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) akhir bulan lalu menerima bantuan hibah kompetitif dari Amerika Serikat ini. Nilai proyeknya berjumlah US$ 600 juta atau sekitar Rp 5,7 Triliun, untuk dua Provinsi.

Bantuan tersebut diperuntukan bagi Green Prosperity sebesar US$ 332,5 juta, Community Based Health and Nutrition to Reduce Stunting Project atau proyek kesehatan dan gizi untuk mengurangi pertumbuhan orang yang kerdil berbasis masyarakat sebesar US$ 131,5 juta, Proyek modernisasi pengadaan US$ 50 juta dan target kegiatan gender sebesar US$ 5 juta.

Kegiatan ini ditarget dimulai pada akhir April 2013 di dua kabupaten yaitu Muarojambi dan Merangin. “Program dan kegiatan Millennium Challenge Corporation (MCC) ini dilaksanakan selama 5 tahun,” pungkas Gubernur. (sumber: jambi ekspres)

TAGS

Komentar

Berita Terkait

SMAIT Al-Azhar Kunjungi Indofood

Soal Mobnas Dewan, Sekwan Enggan Beri Deadline

Kepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor Tinggalkan Motornya

Misroni Dikenakan Pasal 406 KUHP

Orang Tua Misroni Juga akan Diperiksa

Pegawai Ikuti Nation Character Building

Samisake & Infrastruktur Disorot

Rekomendasi