iklan
KUALATUNGKAL, Jembatan di Desa Sungai Terap yang menghubungkan beberapa desa tetangga sekitarnya seperti Desa Pasar Senin,  saat ini nyaris runtuh total. Jembatan yang menggunakan tiang batang pinang ini, tak kuasa menahan beban lantai kayu lantaran lapuk dimakan usia. Selama tiga hari para pengguna kendaraan roda dua harus mendorong kendaraan saat, melintas di jembatan.

Daus guru gonorer di Desa Pasar Senin mengatakan, putusnya jembatan mengakibatkan jalur terganggu, dan pengendara motor harus mendorong motornya ekstra hati-hati saat melintas di jembatan tersebut. "Kalau nyeberang jembatan harus turun, dan motor harus di dorong," ujarnya.


Jembatan Kayu sepanjang 30 x 4 meter yang menjadi penghubung utama antar desa dan kekampung sekitarnya,  yang dibangun rekanan setahun lalu. Memang kondisinya tak terawat. "Kemarin masyarakat di sini gotong royong perbaiki jembatan dengan tiang batang pinang, dan ditambah papan empat keping,  ‘’Alhamdulillah sekarang motor sudah bisa lewat dengan lancer. Namun kami berharap, pembangunan permanen oleh Pemkab Tanjab Barat terlaksakana,’’ ujarnya yang diamini Saleh warga  Sungai terap..  


Sementara Maksum -- mantan Pjs Kades Sungai Terap, berharap Pemkab Tanjab Barat tidak menunda proses pembangunan jembatan. Karena pembangunan jembatan merupakan harapan semua masyarakat agar transfortasi darat menjadi lancar. "Apalagi menjelang perayaan hari besar islam, pengguna jembatan di sini semakin banyak,’’ ujarnya. (sumber: jambi ekspres)

Berita Terkait



add images