Paska meninggalnya siswa SPN beberapa waktu lalu, saat ini Propam Polda Jambi masih melakukan pemeriksaan kepada 17 instruktur Sekolah Polisi Negara (SPN). Selain dari Polda, pemeriksaan juga dilakukan oleh pihak Mabes Polri.
Kabid Propam Polda Jambi, AKBP Nurcholis kepada wartawan mengatakan, dari hasil pemeriksaan belum ada kesimpulan dan kemungkinan akan ada penambahan dari instruktur yang diperiksa.
“Sampai saat ini pemeriksaan masih berlanjut bila telah selesai kita akan sampaikan rekomendasikannya,” tegasnya.
Ditambahkannya, selain instruktur pemeriksaan juga akan dilakukan kepada siswa yang berdekatan dengan dua siswa SPN yang meninggal dua, saat kegiatan fisik. “Mereka akan dimintai keterangan dan belum diketahui, berapa jumlahnya,” tambahnya.
Dari pemeriksaan sementara, lanjutnya 17 instruktur tersebut tidak melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan kepada sejumlah siswa.
“Kalau kekerasan, tidak ada. Hanya mungkin perlu memperhitungkan waktu saat kegiatan kalau cuaca tidak memungkinkan. Itu langkah-langkah antisipasinya,” tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hottua dan Ferry Wahyudi meninggal dunia, saat mengikuti pendidikan. Sejumlah siswa SPN lainnya juga dilarikan ke rumah sakit. Kesimpulan sementara penyebab keduanya meninggal karena cuaca dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. (sumber: jambi ekspres)