iklan
Sebanyak 169 orang mahasiswa S3 bersaing untuk meraih beasiswa di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi. Hal ini diakui langsung oleh Kepala Bidang Pendidikan Menegah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi, Abdul Mukti kepada harian ini.

Nominal Beasiswa S3
eksakta luar negeri : Rp 70 juta
luar negeri non eksakta : Rp 60 juta
S3 dalam negeri eksakta : Rp 65 juta
S3 dalam negeri non eksakta : Rp 50 juta
S3 insidentil luar negeri eksakta : Rp 45 juta
S3 insidentil luar negeri non eksakta : Rp 35 juta
S3 insidentil dalam negeri eksakta : Rp 30 juta
S3 insidentil dalam negeri non eksakta : Rp 25 juta
S3 insidentil dalam Provinsi : Rp 30 juta
S3 insidentil dalam Provinsi non eksakta : Rp 25 juta

Dia menyebutkan, saat ini tahapan yang dilakukan adalah penginputan. Diungkapkannya, selain 169 mahasiswa S3 yang bersaing untuk mendapatkan beasiswa itu, dia mengatakan juga ada sebanyak 1. 100 orang yang mendaftar untuk mendapatkan beasiswa S2. "S1 hampir 4. 000 orang. Kita dalam tahap penyeleksian dan sampai nanti tahapan untuk menentukan perankingan," katanya.

Pasca lebaran ini, katanya, akan dilakukan tahapan selanjutnya. Yakni sesi wawancara atau sesi lainnya. "Pokoknya sebelum lebaran kita kesepakatan perankingan," ujarnya.

Disampaikannya, masa pendaftaran sudah ditutup. Untuk S1 dan S2, katanya, sudah ditutup per tanggal 31 Juli lalu. "Kalau S3 sejak Mei sudah ditutup," ungkapnya.

Ditanya berapa besarannya, dia mengaku pihaknya belum bisa memberikan kepastian. Karena, sambungnya, sekian banyak pendaftar yang berharap untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

"Maka akan disesuaikan dengan pagu yang ada dan disesuaikan dengan berapa yang layak menerima. Karena kan ada yang sudah menerima beasiswa dari yang lain, atau apakah sudah tamat kan ada nanti dibahas," tukasnya.

Seleksi utamanya yang dilakukan pihaknya adalah seleksi bahan. "Apakah sesuai dengan syarat yang diberikan atau tidak. Lalu akan dilakukan verifikasi dengan pihak perguruan tinggi, maupun seluruh unsur yang memungkinkan untuk mencari masalah calon penerima ini. Lalu baru diperingkatkan, ada tim seleksinya. Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Kalau sudah muncul peringkatnya, baru dihubungkan dengan berapa dana yang tersedia," ujarnya.

Ditanya berapa besarannya? Dia hanya menyebut sama seperti tahun lalu. "Tapi kami belum berani katakan karena sifatnya fluktuatif," pungkasnya.

Disebutkannya, tahun lalu besaran beasiswa untuk S3 juruskan eksakta luar negeri Rp 70 jutaan.. Lalu, luar negeri non eksakta itu Rp 60 juta. Selain itu, S3 dalam negeri eksakta senilai Rp 65 juta. Kemudian, S3 dalam negeri non eksakta itu Rp 50 juta.

"Untuk yang S3 insidentil luar negeri eksakta Rp 45 juta. S3 insidentil luar negeri non eksakta itu Rp 35 juta. Lalu, S3 insidentil dalam negeri eksakta Rp 30 juta dan S3 insidentil dalam negeri non eksakta Rp 25 juta. S3 insidentil dalam Provinsi Rp 30 juta dan S3 insidentil dalam Provinsi non eksakta itu Rp 25 juta. Dalam negeri dan luar negeri ini yaitu tempat kuliahnya. Perbedaannya tak signifikan karena ini bantuan, jadi tak sepenuhnya dipenuhi," ujarnya.

Sementara itu, untuk beasiswa S2, rentang besaran dananya antara Rp 45 juta hingga Rp 15 juta untuk berbagai program studi. "Kalau S1 belum dibahas karena nanti akan dibahas kuotanya," tandasnya.

sumber: jambi ekspres

Berita Terkait



add images