iklan TOEFL DAN TOAFL: Rektor IAIN STS Jambi Hadri Hasan saat membuka acara 
Workshop Pembelajaran Bahasa dengan tema Trend dan Teknik Pengajaran 
TOEFL dan TOAFL di IAIN STS Jambi.
TOEFL DAN TOAFL: Rektor IAIN STS Jambi Hadri Hasan saat membuka acara Workshop Pembelajaran Bahasa dengan tema Trend dan Teknik Pengajaran TOEFL dan TOAFL di IAIN STS Jambi.
Sarjana Strata 1 (S1) lulusan Institut Agama Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (IAIN STS) Jambi harus memiliki skor minimal Test Of English as a Foreign Language  (TOEFL) dan Test of Arabic as a Foreign Language (TOAFL)  untuk Bahasa Arab minimal 400. Sedangkan untuk mahasiswa S2 minimal 450.

Hal ini disampaikan oleh Rektor IAIN STS Jambi Hadri Hasan, saat dikonfirmasi usai menghadiri Workshop Pembelajaran Bahasa dengan tema

Trend dan Teknik Pengajaran TOEFL dan TOAFL di IAIN STS Jambi, Jumat (20/9).
"Selama ini kita telah membuat standar IAIN, bahwa S1 minimal harus menguasai 400 skor pada TOEFL dan TOAFL dan S2 harus mencapai skor minimal 450. Sesuai dengan tuntutan itu, maka kita ingin supaya goal itu bisa tercapai, maka kita lakukan sosialisi TOEFL dan TOAFL terhadap dosen, supaya mempunyai bahasa yang tepat dalam pengajaran bahasa itu," katanya.

Namun demikian, menurutnya, saat ini mahasiswa IAIN masih banyak yang belum mencapai skors tersebut dikarenakan masih ada sebagian dosen yang belum paham bagaimana pengajaran dengan metode pengajaran TOEFL dan TOAFL.

"Sebab tidak mungkin tujuan atau goal ini bisa kita capai jika para dosen ini tidak sepakat atau tidak sama dalam menerapkan metode dalam pengajaran bahasa," tambahnya.

Inilah yang sesunggunya diharapkan bisa tercapai dengan adanya kesatuan bahasa dalam mengajar itu, dan juga terkait kompetensi dosen tersebut.

"Dengan adanya petemuan ini kita harap para dosen bisa introspeksi diri.  Artinya siapa yang masih kurang bisa lebih baik. Dan siapa yang bagus, sehingga mampu  mempertahankan sistem pengajarannya," ungkapnya.

Hanya saja, katanya, mungkin kebanyakan dosen IAIN jurusan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, belum begitu memahami dengan apa itu metode berbasis TOEFL dan TOAFL tersebut.

"Ini lah yang kita harapkan, dan dengan kita datangkan nara sumber yang berkompetensi dari luar daerah dalam workshop ini, bisa memberikan pemahaman kepada dosen lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut, disampaikannya, kondisi mahasiswa IAIN saat ini memerlukan perhatian yang cukup tinggi. Untuk itu, diperlukan agar dosen lebih memahami metode pengajaran TOEFL dan TOAFL tersebut.

"Saat ini mahasiswa yang masuk ke kita sifatnya masih mencari, jadi mungkin ada mereka yang masih lemah kemampuannya, jadi kita didik secara baik suapaya mencapai goal. Berbeda dengan perguruan tinggi lainnya yang favorit misalnya, itu mahasiswa yang masuk biasanya mahasiswa yang punya kemampuan jadi tidak begitu sulit untuk pengajarannya," pungkasnya.

Workshop Pembelajaran Bahasa Trend dan Teknik Pengajaran TOEFL dan TOAFL di IAIN STS Jambi dilaksanakan di Novita Hotel selama 2 hari sejak Jum’at (20/9) hingga Sabtu (21/9),  dengan mengahdirkan pemateri Ridwan Simamora, sebagai pemateri TOEFL dan Subkhi dosen Bahasa Arab. Selain itu, juga dihadiri para dosen Bahasa Inggris dan Bahasa Arab IAIN STS Jambi.

sumber: je

Berita Terkait



add images