iklan
SAROLANGUN, Pasca banjir, penyakit kulit mengalami peningkatan. Khususnya pada masyarakat yang terkena banjir. Disamping penyakit kulit, ISPA juga akan kian meningkat.

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun, H. Adnan, M.Kes saat dikonfirmasi Kamis (16/1). “Biasanya pasca banjir akan ada peningkatan terutama penyakit kulit dan ISPA,” kata Adnan.

Sayangnya dia tak memberikan angka pasti jumlah peningkatan jumlah penyakit itu. Untuk mengatasi meningkatnya penyakit pasca banjir di masyrakat tersebut, pihaknya telah melakukan antisipasi. “Kami Dinas kesehatan sudah melakukan antisipasi, untuk penanggulangan penyakit tersebut dengan melakukan pelayanan kesehatan,” kata Adnan.

Menurut Adnan, penyakit pasca banjir lebih didominasi oleh anak-anak. “Pasca banjir muncul penyakit menular, seperti diare, DBD, penyakit kulit, biasanya anak-anak yang suka bermain pada saat banjir,” katanya.
--batas--
Ditambahkan Adnan, dirinya telah menginstruksikan puskesmas-puskesmas di daerah banjir agar melayani masyarakat korban banjir. “Instruksi puskesman untuk memantau keadaan masyarakat menyangkut masalah penyakit yang muncul, dan kita berikan pengobatan gratis di daerah banjir,” tambahnya.

Saat ditanya berapa peningkatan jumlah penyakit, Adnan belum bisa mengatakannya. “Belum termonitor, kita masih nunggu laporan peningkatan penyakit,” katanya.

Sedangkan untuk tenaga medis dan stock obat-obatan telah disiapkan. “Obat dan tenaga terakomodir,” katanya.

Untuk daerah-daerah terpencil yang jauh dari puskesmas, Adnan telah perintahkan agar dokter mengunjungi daerah-daerah tersebut. “Jauh dari pantauan, kita perintahkan dokter untuk berkunjung, yang jauh dari pelayanan seperti Sepintun, Lubuk Napal, dokter sudah buat jadwal untuk mantau,” pungkas Kadis Kesehatan.

sumber: jambi ekspres

Berita Terkait



add images