JAMBIUPDATE, JAMBI - Aksi pemanjat tiang penyangga jembatan aur duri II, Hari ini selasa (23/9), cukup membuat banyak pihak kerepotan terutama pihak kepolisian dan membuat ruas Jalan disekitar lokasi macet total. Pria tersebut ternyata bernama Rido alias edo (16) warga kawasan Simpang Rimbo.
Rido setelah berhasil di evakuasi oleh Polisi dan Basarnas, langsung dibawa ke Polresta Jambi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, namun ketika ditanyai awak media dan penyidik mengenai aksinya dengan santainya Rido menjawab hanya untuk mencari sinyal ponselnya.
"Aku manjat itu bukan untuk bunuh diri, tapi untuk mencari sinyal hp aku" sebut Rido.
Menurut pengakuan Rido, senin malam (22/9) bersama temannya mabuk lem Aibon di jembatan aur duri tersebut, namun pada pagi harinya ia ditinggal temannya, karena merasa sendirian ia mencoba untuk menghubungi temannya itu.
"Aku manjat mulai jam 6 pagi, kawan aku tu ninggalin aku bawa motor aku, tadi aku jugo tau lah kalau banyak polisi manggil-manggil aku, tapi aku talaki be, aku dak ado salah" ucapnya.
Ternyata, Rido ini bukan hanya sekali melakukan aksi panjat ekstrem tersebut, ia mengatakan untuk mencari sinyal ponselnya, ia sudah melakukan 10 kali lebih aksi yang sama, tapi hanya dalam waktu yang singkat.
"Aku jugo pernah manjat tower Telkomsel yang ado di Simpang Rimbo itu" imbuhnya.
Dari pantauan Jambiupdate, Rido masih dalam pemeriksaan penyidik Reskrim Polresta Jambi, Rido sendiri sepertinya masih dalam pengaruh lem yang dihisapnya, karena setiap kali menjawal pertanyaan, jawaban nya selalu berubah, bahkan terkesan ngawur.
Sementara terkait dengan pristiwa ini, pihak kepolisian Polresta Jambi, belum bisa memberikan komentar.
(Dez)
