JAMBIUPDATE.COM, SENGETI - Warga Desa Bukit Subur dihebohkan dengan aksi bentrok antar pihak Kelompok Tani (KT) dan pihak kelompok lainnya yang saling mengklaim kepemilihan lahan kebun sawit yang berujung bentrokan berdarah yang merenggut 1 korban jiwa.
Dari informasi yang berhasil dihimpun jambiupdate.com, peristiwa ini terjadi pada hari Minggu (12/10) sekitar pukul 11 pagi di Desa Bukit Subur Kecamatan Bahar Selatan Muarojambi, hari itu anggota KT bermaksud menghentikan aksi pemanenan sawit yang dilakukan oleh kelompok lain, padahal lahan tersebut telah bersertifikat dan dikuasai oleh KT Bukit Subur.
Tak ayal aksi saling perang mulut antara KT Bukit Subur terjadi, tak sampai disitu, aksi perang mulut berubah menjadi perang fisik antar anggota KT dan pemanen sawit tersebut.
Akibat kejadian ini, 1 orang meninggal atas nama Mariyus yang dikeroyok oleh masyarakat, atas kejadian ini situasi di Desa tersebut menjadi panas dan mencekam warga diliputi kecemasan akan datangnya bentrok susulan.
Kapolres Muarojambi AKBP Ayi Supardan membenarkan kejadian pengeroyokan yang berujung kematian ini, kapolres mengatakan bahwa kejadian ini terjadi karena klaim kepemilikan lahan. "Itu awalnya masalah klaim kepemilikan lahan kebuh sawit yang telah bersertifikat, akibat bentrok ada 1 korban tewas,"jawab Kapolres
Saat ini lanjut Kapolres, pihak kepolisian telah turun kelapangan untuk memantau kejadian dan situasi di TKP. "Pak Wakapolres beserta anggota telah turun kelapangan, melihat TKP dan melakukan penyelidiakan, nanti informasi srlanjutnya akan saya kabari,"jawab Kapolres.
(era/cok)
