iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, KERINCI Badan Pengawas (Banwas) PDAM Tirta Sakti Kerinci mengkaji rencana kenaikan tarif air PDAM. Komisi II DPRD Kerinci akan memanggil PDAM Tirta Sakti untuk hearing terkait rencana kenaikan tarif PDAM ini.

Anggota Badan Pengawas PDAM Tirta Sakti Kerinci, Evi Rasmianto mengakui adanya rencana menaikkan tarif air PDAM. Badan Pengawas sudah menerima pengajuan kenaikan tarif air PDAM dari Direksi PDAM Tirta Sakti.

Memang ada (rencana kenaikan tarif, red), Direksi sudah mengajukan, ujarnya. Terkait hal ini, Badan Pengawas PDAM mengakui belum mempelajarinya, naumn, rencana itu tetap akan dikaji terlebih dahulu.

Belum kita pelajari, akan kita pelajari dan kaji terlebih dahulu, kata anggota Badan Pengawas PDAM Tirta Sakti Kerinci.

Ketua Komisi II DPRD Kerinci Elyusnadi mengatakan, pihaknya belum mendapat informasi dari PDAM Tirta Sakti terkait rencana kenaikan tarif PDAM.

Kita akan panggil dulu pihak PDAM, kita lihat dulu programnya, apa masalahnya, sehingga menaikkan tarif. Seharusnya PDAM ajukan rencana kenaikan tarif ke DPRD Kerinci, nanti pimpinan DPRD akan disposisikan ke Komisi II, ujarnya.

Dikatakannya, sampai saat ini PDAM belum menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemerintah Kabupaten Kerinci, karena masih merugi. Kalau tidak bias sumbangkan PAD, PDAM kita jadikan PT saja, murni swasta agar ada kontribusinya, paling tidak pajak, ucapnya.  

Evi Rasmianto juga menyebutkan, sampai saat ini PDAM juga belum dapat menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke Pemerintah Kabupaten Kerinci. Selain itu PDAM juga masih memiliki utang pokok di Kementerian Keuangan sebesar Rp 13 Miliar, sedangkan bunganya sudah lunas tahun 2014 ini.

Kondisi PDAM Tirta Sakti juga masih merugi terus. Kebocoran juga masih tinggi 20 persen, ungkapnya.

Dia menilai sudah wajar kenaikan tarif air PDAM Tirta Sakti, karena di Provinsi Jambi, Kerinci tarif air PDAM yang terendah. Naik tarif PDAM juga belum menjamin PDAM bisa setor PAD, ucapnya.

Walaupun demikian pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu dan melihat kemampuan masyarakat. Kita akan kaji dulu, pungkasnya.

(dik)  

 


Berita Terkait



add images