JAMBIUPDATE.COM, KUALATUNGKAL-Belum juga didistribusikannya gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) oleh SKK Migas memancing reaksi Bupati Tanjab Barat Usman Ermulan.
Kepada jambiupdate.com sebelumnya, mantan anggota DPR RI dari Golkar ini mengatakan, birokrasi yang berbelit-belit di SKK Migas menjadi kendala sehingga PLTMG ini tak kunjung beroperasi.
SKK migas tidak menepati janji untuk memberikan gas yang menjadi bahan bakar pembangkit listrik tersebut, " tegasnya.
Ditambahkannya, sesuai dengan perjanjian, SKK migas harus memberikan 20 persen dari gas yang dijual ke PT. LPPPI, untuk pembangkit listrik yang dibangun tersebut.
"SKK migas itu tidak berpikir bahwa pipa-pipanya melewati tanah-tanah warga, masak tidak ada imbalannya, " keluhnya.
PLTMG dibangun PLN 2013 dan sudah selesai 5 bulan yang lalu, tapi SKK migas tidak memberikan jatah gasnya, maka pembangkit itu tidak bisa berfungsi.
Jika SKK migas tidak memberikan 20 persen gas yang dijanjikan sebagai hak rakyat, masyarakat bisa marah, saya minta birokrasi dk SKK migas itu tidak berbelit-belit, jangan dipersulit lah itu untuk kepentingan masyarakat, " ketusnya.
(sun)
