iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK - Nasib guru non PNS masih saja menyisakan kepedihan. Bagaimana tidak, dikala guru-guru PNS sejahtera dengan gaji dan tunjangan sertifikasi. Guru-guru non PNS ini digaji jauh di bawah UMR. Seperti yang dialami Hastuti, salah satu guru non PNS yang mengajar di Madrasah Aliyah Nahdatut Thulab. Sebulan dia hanya digaji Rp 250 ribu ditengah kebutuhan hidup yang semakin tinggi.

"Sebelum 2009 saya mendapat gaji transport dari sekolah, tapi sejak 2009 saya digaji dari tunjangan fungsional dari Pemda," katanya.

Dikatakannya, dalam setahun gaji yang diterimanya pun bukan perbulan namun per enam bulan, bahkan akhir tahun baru dirinya mendapatkan gaji.

"Untuk kebutuhan hidup terpaksa nyambi," terangnya.

Menjadi guru non PNS tetap dilakukannya, karena semangat mengajar tetaplah tinggi. Apalagi untuk mendidik putra-putri harapan bangsa. Sehingga dia enggan mengeluhkan hidupnya mengajar sebagai guru non PNS.

"Kamu berharap semoga ada peningkatan tunjangan, setidaknya dengan gaji UMR," katanya.
Terpisah, Kadisdik Tanjabtim, Heri Widodo mengakui memang untuk rumah dinas guru belum keseluruhannya direhab, mengingat keterbatasan anggaran untuk merehab rumah dinas.

"Selain rehab rumah dinas kami kan juga punya kegiatan seperti membangun ruang baru, rehab sekolah dan penambahan mobiler," terangnya.

Mengenai jumlah rumah dinas yang masih perlu dilakukan rehab? Heri mengungkapkan belum mengetahui secara pasti, namun rumah yang direhab ini tidak terlalu banyak. Apalagi saat ini guru-guru telah memiliki rumah sendiri.

"Jumlah pastinya saya kurang tahu, karena saya sedang turun lapangan," terangnya.

(yos)


Berita Terkait



add images