iklan

JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - Komoditi ekspor Jambi ternyata hanya 20 persen yang melalui pelabuhan Talang Duku, Muara Sabak dan Kuala Tungkal.

Selebihnya diekspor melalui pelabuhan luar Jambi. Seperti Teluk Bayur Sumatera Barat, Pelabuhan Bum Sumatera Selatan, Dumai Riau dan Belawan Medan. Ini karena alur Sungai Batanghari yang dangkal dan hanya bisa di­lalui kapal-kapal kecil. Jika pasang kapal ti­dak bisa masuk karena ter­halang jembatan Muara Sabak.

Hampir 80 persen pro­duk­si komoditi unggulan Pro­vinsi Jambi diekspor melewati pela­buhan luar Jambi, kata Kepala Ba­peda Provinsi Jambi, Fauzi Ansori.

Keberadaan Jembatan Muarasabak, katanya,  sudah sejak lama dikeluhkan pelaku perekonomian. Sebab, dengan tinggi yang hanya 12,5 meter. Jembatan itu menjadi penghadang masuknya kapal-kapal besar ke Pelabuhan Talang Duku di Muarojambi.

Sedangkan standar tinggi jembatan yang disarankan Dirjen Perhubungan Laut adalah 18,5 meter ke atas. Sewaktu Jembatan Muarasabak dibangun, sudah ada penolakan dari beberapa pihak. Mulai dari Indonesian nation shipowner asotiation-INSA (asosiasi pelayaran nasional) hingga Dirjenhubla. Pihak-pihak itu sudah mengkhawatirkan akan terjadi insiden seperti tertabraknya jembatan Muarasabak oleh kapal. (fth)


Berita Terkait



add images