iklan
JAMBIUPDATE.COM, JAMBI-Jumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) sampai tahun 2015 relatif stagnan.  Jumlah BPR sampai saat ini sebanyak 19 unit. Dimana 16 BPR tersebut berada di Kota Jambi dan 3  diantaranya berada di Kabupaten. Situasi ekonomi yang dinilai masih stagnan menajdi kendala utama dalam pembukaan cabang.
 
Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Provinsi Jambi,  A. Manik menjelaskan,selama tahun 2014 lalu Perbarindo hanya menerima satu anggota baru BPR. Untuk rencana penambahan, Perbarindo tidak mengetahuinya, karena Perbarindo hanya menerima laporan dan menerima anggota BPR baru apabila BPR baru sudah beroperasi.
 
Namun diprediksikan pada tahun 2015 ini tidak akan ada pertumbuhan BPR, karena dilihat dari pergerakan ekonomi yang dinilai masih stagnan. Pada tahun lalu pertumbuhan BPR satgnan, belum ada informasi akan dibuka BPR baru dari pihak pengusaha dan diprediksikan akan tetap stagnan, sebutnya.
 
Dari total 19 BPR yang ada di Provinsi Jambi ini, sampai saat ini belum ada BPR yang mengusung konsep syariah, memang beberapa waktu lalu pernah muncul informasi akan ada BPR Syariah, namun sampai saat ini belum ada juga realisasinya.  Diharapkan kedepannya akan ada BPR Syariah ini, karena beberapa waktu lalu sudah ada pembahasan tentang rencana akan dibukanya BPR Syariah di Provinsi Jambi. Apabila sudah ada BPR Syariah, tentunya akan semakin meramaikan pasar BPR di Jambi dan masyarakat punya banyak referensi BPR.
 
Manik menambahkan, apabila bicara mengenai pertumbuhan aset BPR, maka BPR baru memiliki pertumbuhan aset yang cepat, karena BPR baru tersebut tentunya dalam proses promosi. Selain itu, dalam hal presentase aset juga lebih besar, misalnya apabila pencapaian aset sebesar Rp 5 miliar dalam satu tahun, maka bagi BPR yang baru buka itu bisa hampir mencapai 100 persen, sedangkan bagi BPR yang sudah lama tentunya akan terlihat kecil.
 
Hal inilah yang menjadikan BPR baru lebih besar pertumbuhann asetnya sedangkan BPR lama terkesan lamban. Pada dasarnya pertumbuhan aset BPR tidak terlalu berbeda, karena masing-masing BPR punya pangsa pasar masing-masing, katanya.  
 
(kar)

Berita Terkait



add images