iklan

JAMBIUPDATE.COM, BANGKO-Warga tig Desa yakni Muaro Panco, Pasar Sungai Manau dan Perentak, nyaris terlibat bentrok sekitar pukul 17.30 Wib, Senin(29/6). 

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga melalui Kapolsek Sungai Manau Iptu Nursan Subagio yang di konfirmasi via seluler membenar kejadian itu. Dikatakannya bahwa saat ini pihaknya bersama Polres Merangin tengah melakukan siaga pengamanan.

Benar, tadi sore sekitar Pukul 17.30 Wib, tepat menjelang berbuka nyaris terjadi bentrok antar desa, yaitu Warga Desa Muaro Panco bersama Warga Pasar Sungai Manau dan Desa Prentak. Hal ini disebabkan lantaran warga Muaro Panco yang tidak terima desa mereka sering dijadikan sebagai lintasan balap liar, Padahal sebelumnya kita sudah sering melakukan patroli terhadap aksi kebut-kebutan ini,ungkap Iptu Nursan Subagio.

Pemuda setempat yang kesal berinisiatif melakukan penganiayaan terhadap para pembalap liar ini dan langsung menyetop mereka di perbatasan. Kebetulan saat itu tengah melintas pelaku aksi bernama Prengki dan Pajri bersama rekannya, saat distop mereka berusaha kabur. Tapi naasnya pelaku atas nama Pajri (sebelumnya tertulis Franky dipukuli, red) saat melarikan diri diserempet mobil hingga mengalami kecelakaan serius. Sementara Prengki berhasil meloloskan diri, terangnya.

Saat ini pelaku menjadi Korban laka lantas tersebut mengalami kecelakaan serius hingga kritis dan telah dirujuk ker Rumah Sakit Jambi untuk mendapat pertolongan. Berawal dari situlah membuat warga Pasar Sungai Manau dan Desa Prentak Marah dan Langsung mengerahkan masa untuk menyerbu warga Desa Muaro Panco.

Warga Desa Perentak Bersama Pasar Sungai Manau yang tidak terima hal itu langsung mengerahkan masa lebih kurang 200 orang. Sementara masa warga Muaro Panco stanbay juga sekitar 200 orang, sebutnya.

Pihaknya yang mendapat informasi tersebut langsung berkoordinasi bersama Polres Merangin dan kedua masa akhirnya berhasil ditenangkan.

Karena personil kita terbatas, kita langsung meminta bantuan Polres Merangin dan alhamdulillah kedua belah pihak berhasil dibendung. Saat ini kita telah memanggil Camat Renah Pembarap, Sungai Manau dan Pangkalan Jambu untuk mencari jalan tengah,tutup Nursan.

Informasi terakhir, pihak kepolisian bersama para camat sudah melakukan musyawarah untuk melakukan penyelsaian. (cr6)

 


Berita Terkait