JAMBIUPDATE.COM, JAMBI - Perum Bulog Jambi menargetkan pengadaan serapan beras lokal sebanyak 18 ribu ton sampai dengan akhir tahun 2015. Ini untuk memenuhi ketersedian beras untuk Provinsi Jambi dan meningkatkan kesejahteraan petani apabila harga beras dipasaran dibeli dibawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk itu, Perum Bulog sudah menetapkan data-data untuk merealisasikan target tersebut dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Kepala Perum Bulog Jambi, Laode Amijaya mengatakan, ditargetkan dari masing-masing daerah dapat diserap minimal 80 persen dari data yang sudah dimiliki Perum Bulog. Artinya minimal daerah yang terkecil bisa diserap pengadaan beras sebesar 1.500 ton. Dan sampai saat ini, serapan beras yang sudah ada melalui Perum Bulog yaitu sebanyak 4.000 ton beras. "Kami sudah melakukan langkah terbaik untuk pengadaan beras, daerah yang memiliki kapasitas gudang terbatas dipindahkan kedaerah lain yang serapannya kecil," sebutnya.
Kapasitas gudang Bulog terbilang kecil, karenanya hanya mempu menampung beras mencapai 7.500 ton, Semetara target pengadaan cukup besar. Untuk itu, Perum Bulog akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk pengadaan gudang bulog didaerah yang memiliki serapan beras lokal terbesar. Apabila ada gudang dimasing-masing daerah, maka akan lebih mudah untuk menyediakan stok beras dan pendistribusiannya juga bisa cepat.
Laode menyebutkan, pada dasarnya Perum Bulog hanya menyerap 20 - 25 persen dari sektor produksi beras dimasing-masing daerah, karena serapan beras tidak boleh hanya untuk bulog, karena disana ada pedagang, petani dan lain sebagainya. Keberadaan Perum Bulog membeli beras petani yaitu untuk mensejahterakan petani apabila harga beras dibeli diwahah HPP sebesar Rp 7.300/kilogram.
"Kita bekerjasama dengan sejumlah tempat penggilingan padi dan gapoktan, KUD agar jual beras ke Bulog apabila pembelian dibawah HPP," sebutnya. (kar)
