JAMBIUPDATE.COM, MUARASABAK - Ilegal tapping (pencurian minyak dengan membocorkan pipa penyaluran minyak) ternyata juga terjadi di pipa minyak milik Petrochina di Tanjabtim, tepatnya di RT 5 Desa Kuala Simbur Kecamatan Sabak Timur.
Sayangnya pihak PetroChina terkesan enggan melaporkan kejadian tersebut kepihak berwenang. Padahal kejadian ini jelas-jelas telah merugikan negara.
Andong, salah seorang pengemudi pompong mengaku melihat adanya dua lubang besar dan terus mengeluarkan minyak mentah sekitar dua minggu lalu.
BACA JUGA: Ini Dia Modus Illegal Tapping di Pipa Petrochina Tanjabtim
"Saya juga pernah melihat satu kapal tanker, yang berlabuh tepat ujung selang yang terhubung ke pipa milik Petrochina tersebut. Kawan saya yang kebetulan berpapasan dengan kapal tanker yang tengah bersandar itu, sempat menegur orang yang berada di atas kapal tanker. Kemudian orang yang diatas kapal tanker hanya mengatakan bahwa kapal mereka nyasar karena terhalang kabut asap," bebernya.
Saat awak media mendatangi diwilayah lokasi pipa PteroChina yang bocor, tidak ada yang bersedia untuk dikonfirmasi. Dengan alasan tidak memiliki kewenangan memberikan jawaban. Sejumlah awak media yang datang ke lokasi, hanya diberikan nomor ponsel milik Harifadi, yang bertugas dibagian Government Rilis.
"Kami disini tidak memiliki kewenangan, kalau mau konfirmasi silahkan hubungi beliau saja," ungkap pihak Petrochina yang enggan menyebutkan namanya dan mengaku bertugas dibagian Community Development (Comdev).(yos)
