iklan Ilustrasi
Ilustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI - Puluhan Senjata Api (Senpi) rakita jenis kecepek milik Warga Suku Anak Dalam (SAD) diamankan pihak kepolisian bersama dengan unsur TNI di Desa Singoan, Kabupaten Batanghari Minggu (20/12) siang. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya konflik.

Kapolda Jambi, Brigjen Pol Lutfi Lubihanto, saat dikonfirmasi menyebutkan, pengamanan kecepek ini bermula dari laporan warga SAD yang berdomisili di Desa Singoan dan masyarakat setempat. Dalam laporannya, mereka merasa terusik dengan keberadaan SAD yang dari luar.

"Mereka merasa terusik dengan SAD dari Air Hitam, Kabupaten Sarolangun karena mengancam dengan menggunakan kecepek," ujar Brigjen Pol Lutfi Lubihanto saat dihubungi via ponselnya Minggu (20/12).

Lebih lanjut jenderal bintang satu ini menjelaskan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya langsung menanggapi laporan tersebut. Pihak TNI dan Polri langsung menyisir lokasi, 25 kecepek dan 20 orang warga SAD kelompok Air Hitam diamankan. 

Sejauh ini kondisi masih dalam keadaan kondusif. Pihaknya juga akan memediasi kedua belah pihak agar masalah bisa selesai dengan baik tanpa ada yang merasa tidak puas. Menurutnya, kelompok SAD di Desa Singoan tidak keberatan jika kelompok SAD Air Hitam mencari nafkah atau melangun di tempatnya selagi dengan cara baik-baik. 

"Ini Saya lagi di Batanghari. Kita akan mencari jalan keluarnya. Dalam mediasi, Kita juga akan libatkan Pemkab Sarolangun dan Batanghari," tuturnya. (pds) 


Berita Terkait



add images