iklan Illustrasi
Illustrasi

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Angka kebakaran di Kota Jambi masih tinggi. 180 rumah hangus dilalap si jago merah. Bencana kebakaran ini sendiri disebabkan berbagai hal. Mulai dari konsleting listrik hingga keteledoran masyarakat.

Kepala Damkar Dan BPBD Kota Jambi, Ridwan saat dikonfirmasi melalui Kabid Operasional, Darmawi mengatakan, kebakaran tidak bisa diprediksi kapan dan dimana akan terjadi. Penyebabnya dari berbagai hal. Jadi memang harus ada peran serta masyarakat untuk berhati hati dan waspada selalu, ujar Darmawi saat dikonfirmasi di kantornya.

Kata Dia, kebakaran yang sebabkan oleh konselting listrik ada 31 kasus, 14 kasus akibat rokok, 5 kompor meledak dan 2 kasus disebabkan lilin yang dibiarkan habis terbakar.
Kebakaran di Jambi sendiri mulai meningkat pada Juni 2015. Rinciannya, Januari terjadi 5 kasus kebakaran dengan kerugian Rp110 juta, Februari 2 kasus dengan kerugian Rp500 juta. Selanjutnya, Maret ada 2 kasus dengan kerugian Rp256 juta, April dengan 8 kasus dan kerugian Rp653 juta.

Mei 2015 menurun menjadi 7 kasus. Kerugiannya Rp215 juta, sebutnya.
Juni 2015 meningkat drastis yakni 16 kasus dengan kerugian Rp701 juta. Bulan berikutnya meningkat menjadi 17 kasus dengan kerugian Rp475 juta. Bahkan peningkatan terus terjadi, dimana pada Agustus ada 28 kasus dan kerugian mencapai Rp790 juta, September meningkat lagi menjadi 39 kasus dan kembali meningkat di pada Oktober dengan 42 kasus, kerugian mencapai Rp900 juta.
Untuk November 12 kasus dengan kerugian mencapai Rp 3 Miliar. Pada akhir Desember ini, hanya ada 2 kasus kebakaran saja, katanya. (cok)

 


Berita Terkait



add images