iklan Barang bukti uang palsu yang ditunjukkan Evi kepada wartawan.
Barang bukti uang palsu yang ditunjukkan Evi kepada wartawan.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN   Hati-hati jika menerima uang dari seseorang. Apalagi masyarakat yang memiliki usaha menjual kebutuhan sehari-hari. Pasalnya peredaran uang palsu mulai marak di Kabupaten Sarolangun.

Seperti dialami Evi, seorang pemilik warung yang berada di Desa Bernai, Kacamatan Sarolangun. Ibu paruh baya ini mengaku, sudah berulang kali menjadi korban peredaran uang palsu.

Terakhir Evi menjadi korban peredaran uang palsu pada, Rabu (27/4) malam. Upal pecahan Rp100 ribu itu, ditemukan saat seseorang belanja di warung miliknya.

Malam tadi ditemukan, uang palsu ini dibelanjakan anak sekolah SMP, kata Evi ditemui di warungnya, Kamis (28/4).

Dia mengatakan, dirinya baru mengetahui bahwa uang tersebut palsu setelah memeriksa kotak uang diwarungnya. Saat memeriksa, dia curiga melihat satu lembar uang pecahan Rp 100 ribu dengan warna kabur dan kertas beda dari uang biasanya.

Terpisah Kapolsek Kota Sarolangun, AKP Toni Andrian dikonfirmasi mengatakan, belum menerima laporan dari masyarakat adanya penemuan uang palsu. Meski demikian pihaknya tetap turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan.

Tapi saat anggota kita kelapangan masyarakat enggan membeberkannya. Mereka pada tutup mulut, kata Kapolsek. (dez)


Berita Terkait