iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Sungguh bejat apa yang yang dilakukan I, oknum guru Sekolah Dasar Negeri 1 Kota Jambi yang dilaporkan ke Polresta Jambi atas kasus dugaan pencabulan.

Berdasarkan pengakuan korban P (9) yang merupakan muridnya, peristiwa memilukan ini terjadi pada saat pulang sekolah.

"Waktu itu Dia (terlapor,red) manggil. Dia merangkul Saya dan mengajak ke dekat rumah mak uwo (masih di dalam sekolah). Setelah itu tas Saya dilepasnya, terus (kemaluan,red) Saya dipegang-pegangnya," sebut P.

Bahkan, lanjutnya, oknum guru yang hingga kini masih berkeliaran meminta dirinya untuk duduk di tanah. Kemudian, meminta untuk memegang kemaluannya.

Saya bilang tidak mau, jijik. Saya bilang tidak mau. Tapi dia maksa terus bilang ayolah, ayolah. Lalu saya tendang perutnya dan Saya dorong dia, terus Saya lari," terangnya.

Dia membeberkan, teman sebayanya yakni Ho, Sa dan Yo juga menjadi korban pencabulan.

Pihak Komite SDN 1 Kota Jambi, Elita Netiyanti yang mendampingi orangtua siswa ke Polresta Jambi menyebutkan, dirinya 100 persen mendukung kasus tersebut. Pasalnya siswa yang menjadi korban sudah banyak dan dirinya pun tak ingin kejadian tersebut terulang kembali.

"Dari pihak kepolisian sendiri masih memeriksa saksi dan mencari bukti. Ya kalau untuk kasus seperti ini untuk mencari bukti itu susah. Tapi ini menyangkut masalah mental dan masa depan si anak jika laporan ini tak diproses," tegas Neti.

Ia menjelaskan, oknum guru tersebut memang menyimpang dari segi prilaku dan cara berpakaian.

"Kini oknum guru tersebut telah dinonaktifkan mengajar, tandasnya. (cok)


Berita Terkait