iklan Korban pembacokan yang dirawat di RSU Kolonel Abundjani Bangko.
Korban pembacokan yang dirawat di RSU Kolonel Abundjani Bangko.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI Gara-gara kilauan emas, Bujang, warga Desa Rantau Ngarau Kecamatan Tabir Ulu, nekat membacok pamannya sendiri, Aman (60). Bahkan, akibat bacokan tersebut tangan Aman nyaris putus. Kini Dia dirawat di RSU Kolonel Abundjani Bangko.

Menurut informasi yang dhimpun jambiupdate.co, peristiwa ini terjadi di Desa Rantau Ngarau, Kamis (19/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini bermula, Bujang tidak senang karena dihalangi-halangi oleh korban untuk melakukan aktivitas PETI di lahan yang masih sengketa. Karena itu, Bujang naik pitam dan mengambil golok dan membacok korban.

BACA JUGA : Diduga Gara Gara Rebutan Lahan PETI, Seorang Pria di Merangin Bacok Paman Sendiri

Akibatnya, pergelangan tangan korban nyaris putus. Tidak hanya itu, beberapa bagian tubuh korban juga luka sabetan senjata tajam.

Usai membacok, pelaku langsung melarikan diri. Anggota Polsek Tabir Ulu yang mendapatkan informasi langsung mencari keberadaan pelaku hingga saat ini.

Kapolsek Tabir Ulu, AKP Rasiman, menyebutkan, pihaknya masih mencari keberadaan pelaku. Beberapa saksi juga sudah dimintai keterangannya.

"Ini masalahnya soal lahan PETI. Masih lahan, belum ada pengerukan emas," ujar Rasiman lagi.

Namun berbeda dengan informasi yang didapat pada  Tabir Ulu. Sumber yang minta namanya tak ditulis, mengatakan terjadi saling klaim kepemilikan lahan yang disengketakan.

Aman menguasai lahan itu. Ia mengatakan sejak beberapa waktu terakhir sudah bekerja alat berat jenis ekskavator di lahan tersebut. Jadi yang diperebutkan bukan lahan nganggur.

"Mungkin soal bagi hasil. Kito dak tau jugo pastinyo macam mano. Yang punyo alat (ekskavator) itu kalau dak salah orang Pulau Aro," ujarnya lagi. (amn)


Berita Terkait



add images