iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, SAROLANGUN - Seorang tahanan atas nama Sukiman warga Mandiangin, melakukan ancaman terhadap Asmara dan Andra yang juga merupakan warga Mandiangin. Anehnya ancaman dilakukan pesan singkat (SMS) sementara diketahui Sukiman sedang mendekam di balik jeruji besi.

Menurut keterangan Asmara, Sukiman adalah tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jambi, yang diciduk di Kecamatan Pauh pada Mei lalu, karena terlibat peredaran shabu-shabu. Namun, tiga hari ditahan Sukiman mulai melakukan pengancaman.

"Jadi begitu tiga hari ditahan, Dia (Sukiman) mulai gencar hampir setiap hari meneror kami. Jelas kami sangat merasa risih," ujar Asrama yang diiyakan Andra, kepada jambiupdate.co, Rabu (1/6).

Ditanya, alasan Sukiman melakukan pengancaman, Asmara menjelaskan bahwa dirinya dituding sebagai informan BNNP dan melakukan penjebakan untuk menjebloskan Sukiman ke dalam penjara. Padahal, sambung Asmara, dirinya sama sekali tidak pernah dan bahkan tidak ada kaitannya sama sekali dengan BNNP.

"Saya dan Andra merasa jadi kambing hitam padahal kita sama sekali tidak kaitan dengan BNNP," ujar Asmara yang juga dikenal sebagai aktivis di Sarolangun ini.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNNP Jambi, AKBP Marlian Ansori, saat dikonfirmasi via ponselnya hanya menjawab lagi ada acara.

"Maaf lagi ada acara," ujar AKBP Marlian melalui pesan singkat. (dez)


Berita Terkait



add images