iklan Meriam di Benteng Kuning Sarajevo, Bosnia. Foto: honestguidetobosnia
Meriam di Benteng Kuning Sarajevo, Bosnia. Foto: honestguidetobosnia

SARAJEVO - Dentuman keras terdengar menggema dari Benteng Kuning Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, Senin (6/6), sekitar pukul 8:30. Suara itu berasal dari meriam yang ditembakkan untuk menandai awal bulan suci Ramadan 1437 Hijriah. 

Dikutip dari Sarajevotimes, membunyikan meriam dari atas sebuah bukit di kota Sarajevo adalah tradisi berabad-abad umat Muslim di negara semenanjung Balkan itu. Sempat dilarang di-era Federasi Yugoslavia, pada dekade 1990-an tradisi tersebut hidup kembali sampai sekarang.

Pada setiap malam Ramadan, sulutan api dari meriam di pemukiman Sarajevo lama Vratnik menandai dimulainya puasa dan waktu berbuka puasa di Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. 

Ramadhan adalah bulan yang sangat berkesan bagi Muslim di Bosnia dan Herzegovina. Selain berpuasa dan berdoa di malam Tarawih, para pemuda muslim juga membaca dan mendengarkan Al Quran di masjid atau aula-aula di sekitar kota Sarajevo.

"Ini adalah bulan yang paling unggul dalam setahun dan malam paling suci di bulan itu adalah Lailatul Qadar. Pada malam itu, pengiriman dari firman Allah Quran dimulai. Ssebuah peristiwa sejarah yang dinantikan umat Islam," kata seorang Ulama di Sarajevo.

Peringatan dimulainya malam pertama Ramadan di Sarajevo dibuka secara resmi di Fortress Kuning (Beneteng Kuning) tadi malam (6/6). Festival ini bertujuan untuk menyajikan kebiasaan Ramadan yang bagus dan kekayaan seni budaya Islam.

Festival diisi dengan konser, pameran, ceramah, dan pemutaran film sejarah. Ramadan Festival didirikan oleh Firma Proyek USAID di mana Zona ditingkatkan bisnis dan Yayasan Sarajevo adalah koordinator dari rantai nilai. (mg5/JPNN)


Berita Terkait



add images