iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAMBIUPDATE.CO, JAMBI    Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jambi mencatat realisasi outflow di Jambi  mulai awal ramadhan  6 Juni hingga 17 Juni lalu di   telah mencapai Rp 595,6 miliar. Hal ini disampaikan oleh Aya Sophia Kepala Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, terjadi perningkatan  cash outflow pada puasa kali ini sebesar 39 persen dibandingkan tahun lalu.  

Aya mengatakan,  untuk tahun ini Bank Indonesia Jambi  sudah memproyeksikan kebutuhan uang sebesar Rp 2 triliun.  Meningkat 10 persen dibanding realisasi tahun lalu yakni sebesar Rp 1,8 triliun.   Sehingga realisasi  cash outflow sampai 17 Juni kemarin sudah mencapai 29,7 persen dari proyeksi realisasi.

Sampai 17 Juni kemarin, realisasi outflow dari yang diproyeksikan untuk ramadhan ini sudah mencapai 29,7 persen yakni sebesar Rp 595,6 Miliar naik 39 persen dari tahun lalu, . Kata Aya.

Ia menambahkan,  untuk penarikan uang  oleh Bank  akan mengalami peningkatan pada H-7 Lebaran. Hal ini disebabkan karena pada saat itu  bertepatan dengan pembagian gaji dan THR. Dirinya memprediksi  realiasasi cash out flow pada  hingga H-7 lebaran bisa mencapai Rp 1,4 sampai Rp 1,5 triliun.

Tanggal 1 Juli itu bertepatan dengan pembagian THR dan gaji, kemungkinan penarikan oleh bank  akan  naik pda H-7 lebaran, jelasnya.

 Berdasarkan jenis penarikan yang tercatat, untuk penarikan yang dilakukan perbankan  mulai 6 Juni sampai 17 Juni sudah mencapai Rp 594,150 miliar.  Untuk penarikan yang dilakukan Bank Umum sebesar Rp 164,7 miliar, oleh BPR (penukaran) sebesar Rp 500 juta, penarikan oleh bank terkait kerjasama penukaran sebesar Rp 15,3 miliar dan pada kas titipan di Bungo sebesar Rp 413,6 miliar.

Sementara itu, untuk  penarikan yang dilakukan masyarakat di kas keliling luar kota mencapai Rp 1 miliar sedangkan untuk  kas keliling dalam kota sebesar Rp 290 juta. Sementara itu, pada ramadhan dan lebaran 2015 lalu, adapun rekapitulasi cash out flow menjelang lebaran 2015 mencapai Rp 1,75 triliun, dengan jenis pengeluaran untuk perbankan sebesar Rp 1,74 triliun. Sedangkan  pengeluaran ke masyarakat seperti penukaran umum sebesar Rp 651 juta, penukaran intern sebesar Rp 2,8 miliar, kas keliling luar kota sebesar Rp 2,4 miliar dan kas keliling dalam kota sebesar Rp 2,4 miliar.

Bank Indonesia Provinsi Jambi juga menghimbau kepada masyarakat yang melakukan transaksi secara tunai untuk berhati-hati terhadap maraknya peredaran uang palsu selama puasa.  Untuk itu, BI berharap agar masyarakat semakin meningkatkan penggunaan transaksi non tunai untuk keamanan.

Seiring dengan kampanye gerakan nasional non tunai (GNNT) yang dilakukan Bank Indonesia semakin menunjukan perkembangan positif. Pasalnya saat ini banyak masyarakat yang  sudah menggunakan alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) ini lebih aman digunakan sebab bisa terhindar dari pemalsuan uang, . terangnya.

Menurutnya, saat ini masyarakat semakin bijak dalam penggunaan uang dengan menggunakan alat pembayaran  non tunai. Meski begitu Bank Indonesia tetap  menyiapkan  kebutuhan uang tunai. (yni)


Berita Terkait



add images