iklan Ilustrasi.
Ilustrasi.
JAMBIUPDATE.CO, JAMBI -Kasus kekerasan perempuan dan anak di Provinsi Jambi masih tinggi. Bahkan, periode Januari Juni 2016, puluhan anak dilaporkan menjadi korban pencabulan.
 
Dari data Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jambi, diketahui ada 62 korban yang melapor sepanjang Januari - Juni 2016.
 
Laporan kasus ini dianggap cukup tinggi dari tahun sebelumnya, disebabkan laporan yang masuk dan ditangani oleh P2TP2A belum sampai diakhir bulan Desember 2016.
 
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Putri Lisdianti, mengatakan jika peningkatan kasus itu dianggap cukup tinggi dari tahun tahun sebelumnya, dikarenakan masyarakat dianggap sudah cukup pintar karena saat ini banyaknya lembaga-lembaga pengaduan yang ada dan mereka menganggap permasalahan ini bukanlah aib yang untuk ditutupkan dan harus dilaporkan.
 
Selama ini beragam kasus ditangani. Mulai dari kasus penelantaran, kekerasan fisik, kekerasan psikis dan juga kekerasan seksual. Setiap kekerasan yang terjadi memiliki motif berbeda, tidak bisa dideskripsikan apa saja bentuknya," ujar Putri kepada wartawan.
Kabid Kesahjeteraan Perlindungan Anak H. Nurul Fajriani melalui Kasubid Perlindungan Anak P2TP2A Jambi, Agus Santoso mengatakan, maraknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan akan sangat berbahaya jika  tidak ada dukungan hukum setimpal kepada para pelakunya.
 
Berdasarkan data yang kita punya, kasus kekerasan dan pelecehan seksual di seluruh Provinsi Jambi memang cukup meningkat. Tetapi kasus seperti ini dapat dianggap seperti fenomena gunung es jadi kita tidak tahu ke dalam-dalamnya, ujar Agus.(cok)

Berita Terkait



add images